Curah Hujan Naik 40 Persen, Banjir Tahun Ini Disebut Terparah di Kota Malang

Banjir Viral di Letjen Sutoyo, Wali Kota Malang Beberkan Penyebab Utama
Banjir Viral di Letjen Sutoyo, Wali Kota Malang Beberkan Penyebab Utama

Kota Malang, blok-a.com – Banjir yang melanda belasan titik di Kota Malang pekan ini disebut sebagai yang terparah dalam beberapa tahun terakhir. Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno, mengungkapkan curah hujan meningkat hingga 40 persen dibanding tahun sebelumnya berdasarkan laporan BMKG. Dampaknya, ketinggian genangan air disebut jauh lebih tinggi.

“Fenomenanya memang begitu, banjir kali ini jauh lebih besar. Curah hujan naik 40 persen. Di setiap pertemuan terus kami sampaikan agar masyarakat lebih waspada,” ujar Prayitno, Senin (8/12/2025). Ia bahkan menyebut, jika sebelumnya genangan hanya setinggi tumit orang dewasa, kini air bisa mencapai paha.

Menurut Prayitno, kondisi cuaca tersebut dipicu perubahan iklim yang tidak dapat dikendalikan secara teknis. BPBD saat ini fokus menyajikan data serta rekomendasi kebijakan kepada pemerintah daerah untuk langkah penanganan lebih lanjut.

Setelah banjir pekan lalu, BPBD bersama camat, Linmas, Dinas PU hingga DLH melakukan pembersihan sedimentasi dan sampah di wilayah rawan banjir. Langkah itu diharapkan mampu mereduksi dampak jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi. BPBD juga memperbarui informasi cuaca setiap dua jam dan mendistribusikannya ke kelurahan sebagai bentuk peringatan dini. Selain itu, satuan tugas tanggap bencana telah disiapkan, termasuk jalur evakuasi dan titik pengungsian.

Dalam kondisi banjir besar, BPBD mencatat titik terdampak bisa mencapai 39 titik. Namun personel inti yang tersedia hanya 12 orang. “Kami punya personel, tetapi kami ingin lebih. Tidak mungkin hanya kami saja. Perlu ada relawan, Linmas, masyarakat ikut peduli,” kata Prayitno.

Untuk tahap penanganan pasca banjir, BPBD telah menyalurkan bantuan kepada warga terdampak berupa selimut, makanan cepat saji, pakaian anak, hingga beras. Rumah warga yang mengalami kerusakan disinergikan bersama Baznas serta diusulkan bantuan stimulan ke Pemerintah Provinsi, termasuk material bangunan jika diperlukan pembangunan kembali. Jika wilayah membutuhkan alat berat atau kendaraan besar, BPBD berkoordinasi melalui Sekretaris Daerah dan OPD terkait.

Pada sore ini, BPBD dijadwalkan rapat bersama DPRD Kota Malang membahas evaluasi penanganan banjir. Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita menilai banjir tahun ini menunjukkan adanya hal yang harus dibenahi. “Hal-hal yang sudah dilakukan beberapa tahun, ada sesuatu yang salah karena banjir yang terjadi. Ini yang perlu dievaluasi,” ujarnya.

Anggota Komisi C, Arief Wahyudi, menilai penanganan banjir belum maksimal meski pembangunan drainase terus berjalan. Ia menyebut banjir masih muncul meski gorong-gorong besar telah dibangun. “Saya tidak mengatakan Pemkot Malang gagal, tetapi belum berhasil mengatasi banjir. Belum maksimal,” kata Arief.

Ia mengusulkan evaluasi menyeluruh terhadap kawasan terdampak banjir, termasuk pemetaan ulang penyebabnya, mulai dari akses air masuk ke saluran hingga ukuran gorong-gorong yang dinilai masih menghambat aliran. “Penanganan banjir di Kota Malang tidak bisa dilakukan dengan proses biasa. Harus dilakukan evaluasi besar–besaran,” tegasnya. (bob)