Kota Malang, blok-a.com – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang bakal berkomunikasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Malang untuk membahas kemungkinan penambahan anggaran pemberangkatan atlet ke Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XV Jawa Timur 2026.
Kepala Disporapar Kota Malang, Arif Tri Sastyawan, mengatakan, pembahasan tersebut dilakukan untuk membuka peluang bagi atlet yang belum masuk dalam kuota pembiayaan Disporapar agar tetap bisa mengikuti kompetisi.
Saat ini, Disporapar baru memastikan pembiayaan bagi sekitar 200 atlet dari total 423 atlet yang diusulkan oleh 28 cabang olahraga (cabor). Sementara itu, jumlah atlet yang bisa diberangkatkan dengan dukungan anggaran tambahan dari KONI masih belum diketahui.
“Belum ada final. Mungkin minggu ini atau minggu depan paling cepat,” kata Arif dikonfirmasi, Rabu (14/10/2026).
Meski ada peluang penambahan anggaran, Arif memastikan kontingen Kota Malang belum bisa memberangkatkan seluruh atlet secara penuh. Dia berharap dukungan anggaran KONI dapat membantu mengakomodasi sebagian atlet yang belum terbiayai oleh Disporapar.
Namun, penentuan atlet yang akan diberangkatkan melalui anggaran tambahan tersebut masih akan dibahas bersama KONI. Salah satu pertimbangannya adalah potensi atlet untuk meraih medali di ajang POPDA.
Arif mencontohkan, cabang olahraga sepak bola mengusulkan lebih dari 25 atlet. Namun, dengan keterbatasan anggaran, Disporapar hanya mampu membiayai 20 atlet. Menurutnya, jumlah tersebut belum ideal untuk memenuhi kebutuhan satu tim.
“Kalau sepak bola itu kan tidak bisa ideal kalau hanya 20 orang. Makanya nanti kita lihat dari KONI bisa membantu berapa,” ujarnya.
Arif menjelaskan, anggaran yang disiapkan Disporapar untuk memfasilitasi keberangkatan atlet mencapai lebih dari Rp1 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp300 juta dialokasikan untuk bonus.
Dia menyebut, kebutuhan anggaran untuk memberangkatkan seluruh 423 atlet diperkirakan mencapai Rp3 miliar hingga Rp4 miliar. Karena itu, dukungan dari KONI diharapkan dapat menambah jumlah atlet yang bisa mengikuti kompetisi, meskipun belum tentu seluruh usulan cabor dapat terpenuhi.
Terkait target prestasi, Arif menyampaikan bahwa pemilihan atlet juga mempertimbangkan peluang meraih medali. Namun, jumlah atlet yang akan diberangkatkan melalui anggaran KONI serta target medali kontingen Kota Malang masih menunggu pembahasan lebih lanjut.
“Setelah ini kita SK-kan yang berangkat siapa saja,” pungkasnya.
Sebelumnya, keterbatasan anggaran membuat Kota Malang tidak dapat membiayai seluruh atlet yang diusulkan untuk POPDA XV Jawa Timur 2026. Dari 423 atlet yang diajukan oleh 28 cabor, Disporapar baru mampu mengakomodasi sekitar 200 atlet.
POPDA XV Jawa Timur 2026 digelar di tiga wilayah, yakni Kabupaten Ngawi sebagai tuan rumah utama serta Surabaya dan Kediri sebagai tuan rumah pendukung. (bob)








