Dukung Jalan Tembus, Warga Griya Shanta Nilai Akses Baru Bisa Dongkrak Harga Rumah

Kemacetan di Jalan Candi Panggung, Kota Malang (blok-a/Bob Bimantara Leander)
Kemacetan di Jalan Candi Panggung, Kota Malang (blok-a/Bob Bimantara Leander)

Kota Malang, blok-a.com – Rencana pembangunan jalan tembus antara kawasan Jalan Candi Panggung dan Perumahan Griya Shanta, Kelurahan Mojolangu, terus mendapat sorotan publik. Sejumlah warga di dua RW yang bakal dilintasi jalan tembus tersebut, yakni RW 9 dan RW 12, justru menyatakan dukungan.

Salah satu warga RW 12 mengaku tidak keberatan jika proyek jalan tembus itu segera direalisasikan. Ia bahkan menilai, keberadaan akses baru tersebut dapat berdampak positif bagi nilai jual rumah di kawasan Griya Shanta.

“Jika rencana itu terealisasi, harga rumah saya juga ikut naik, jadi saya memang tidak keberatan. Sebenarnya saya tidak mempermasalahkan itu (rencana pembangunan jalan tembus),” ujarnya saat ditemui, Kamis (16/10/2025).

Informasi yang dihimpun media ini, saat ini sejumlah warga tengah dimintai persetujuan melalui form door to door untuk menentukan sikap terhadap rencana tersebut. Namun, ada pula warga lain yang mengaku netral.

“Kalau saya pribadi itu gak mempermasalahkan, dibongkar monggo, tidak dibongkar juga tidak apa-apa. Tapi kalau dibongkar dan rencana jalan tembus berjalan, harga rumah saya jadi naik,” kata warga lainnya.

Pembangunan Jalan Tembus dari Perumahan Griya Shanta (blok-a/Bob Bimantara Leander)
Pembangunan Jalan Tembus dari Perumahan Griya Shanta (blok-a/Bob Bimantara Leander)

Rencana jalan tembus ini diproyeksikan menjadi solusi untuk mengurai kemacetan di ruas Jalan Candi Panggung menuju Jalan Soekarno-Hatta.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menjelaskan bahwa tingkat kejenuhan lalu-lintas di kawasan tersebut sudah mencapai titik kritis.

“Derajat kejenuhan di Jalan Candi Panggung sudah berada di rentang angka 0,8 hingga 0,9. Itu sudah sangat padat,” jelas Widjaja.

Ia menyebut, idealnya tingkat kejenuhan jalan berada di kisaran 0,5 hingga 0,7 agar arus kendaraan tetap lancar. Untuk itu, pembangunan jalur alternatif baru dianggap menjadi kebutuhan mendesak.

“Jalan Soekarno-Hatta juga sudah penuh. Jadi di kawasan itu sangat dibutuhkan jalan-jalan tembus untuk mengurangi beban lalu-lintas,” imbuhnya.

Lahan sepanjang sekitar 500 meter dengan lebar 10 meter telah disiapkan untuk proyek ini. Hanya saja, pelaksanaannya masih tertunda karena sebagian warga masih menolak pembongkaran dinding pemisah antara RW 9 dan RW 12 Griya Shanta.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Julhardjanto, menegaskan bahwa pembangunan jalan tembus tersebut memang sangat diperlukan. Menurutnya, kawasan Soekarno-Hatta hingga Candi Panggung merupakan wilayah dengan pertumbuhan paling pesat di Kota Malang.

“Di sana (Soekarno-Hatta) itu perkembangannya sangat pesat, jadi jelas harus ada jalan tembus supaya tidak terjadi kemacetan,” ujar Dandung.

“Di RTRW itu ada 14 rencana jalan tembus di Kota Malang, termasuk yang di Candi Panggung itu,” tegasnya.