Kabupaten Malang, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) memastikan ketersediaan hewan ternak untuk berkurban pada Hari Raya Idul Adha aman.
Kepala DPKH Kabupaten Malang, Eko Wahyu Widodo menerangkan, kebutuhan hewan kurban tahun 2024 tak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.
“Minimal kebutuhan sama dengan tahun lalu, ada peningkatan atau tidak kita belum bisa prediksi,” ujar Eko saat ditemui Blok-a.com belum lama ini.
Sementara itu, ketersediaan hewan kurban pun sangat mencukupi. Bahkan bisa dibilang surplus.
Pejabat eselon II B Pemkab Malang itu menyebutkan, stok sapi di Kabupaten Malang sekitar 83 ribu ekor, kambing sekitar 293 ribu ekor dan domba sekitar 39 ribu ekor.
“Sedangkan (tahu lalu) kebutuhan kami untuk sapi sekitar 3.990 ekor, kambing sekitar 20.436 ekor, dan domba sekitar 116 ekor,” bebernya.
Selain memastkan kebutuhan hewan, Pemkab Malang juga akan melakukan sejumlah pengecekan kesehatan.
Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kesehatan hewan kurban jelang Idul Adha 2024 mendatang.
Terlebih, pada awal tahun 2024 DPKH Kabupaten Malang mencatat setidaknya ada sebanyak 1.071 hewan ternak yang terpapar virus Lumpy Skin Disease (LSD) serta 227 ekor sapi terpapar Penyakit Mulut dan Kaki (PMK).
“Karena virus tidak bisa diprediksi. Kita siapkan dokter, sekarang sudah mulai kami perintahkan ke pasar-pasar hewan untuk cek jual beli hewan. Supaya tau, mengantisipasi hewan yg sakit agak tidak dijual belikan,” tegasnya.
Kendati demikian, sambung Eko, sejauh ini belum ditemukan hewan ternak yang diperjual belikan terpapar virus maupun penyakit mematikan lainnya.
Namun, hal tersebut akan terus diwaspadai, terlebih jelang Idul Adha mendatang.
“Yang terpenting kebersihan juga terus diperhatikan untuk meminimalisir munculnya penyakit dan virus,” pungkasnya. (ptu/lio)








