Jenguk Korban Banjir – Longsor di Malang, Ini Kata Gubernur Khofifah

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indah Parawansa didampingi Bupati Malang, Sanusi ditemui awakmedia di RSUD Kanjuruhan Kabupaten Malang, Senin (10/7/2023) (Blok-a.com/Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Kabupaten Malang dilanda banjir bandang dan tanah longsor sebagai dampak cuaca ekstrem yang menyerang sejumlah wilayah di Jawa Timur.

Bencana tersebut mengakibatkan satu korban tewas dan dua luka-luka di wilayah Malang Selatan.

Untuk itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indah Parawansa mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan mengenali cuaca yang tengah melanda. Salah satunya dengan melakukan mitigasi bencana.

“Kita duduk bersama-sama mengharapkan mitigasi bencana dari seluruh masyarakat bisa dibangun kewaspadaan,” ucap Khofifah saat ditemui di RSUD Kanjuruhan usai menjenguk dua korban luka-luka akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor, Senin (10/7/2023).

Dalam kesempatannya, orang nomor satu di jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) ini juga mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya terutama untuk warga Kabupaten Malang yang terdampak bencana.

“Kami ucapkan belasungkawa, kami juga berduka. Ada warga Kabupaten Malang yang juga terdampak. Ada yang wafat umur 73 tahun, kemudian ada putrinya dan cucunya yang sekarang sedang recovery dirawat di RSUD Kanjuruhan ini,” tuturnya.

Ketiga korban tersebut merupakan warga Dusun Sukoanyar RT18 RW04, Desa Wirotaman, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Ketiganya terdampak bencana tanah longsor pada Jumat 7 Juli 2023 lalu, sekitar pukul 18.30 WIB.

Lebih lanjut, kedepannya ia berjanji akan secepat mungkin membangun jembatan yang memutus akses Malang – Lumajang dan sekitarnya.

Baca Juga: Banjir Malang Selatan Mulai Surut, Warga Pujiharjo Beberes Rumah

“Kemudian kita juga meninjau beberapa jembatan yang kita sudah konfirmasikan kepada PUPR dan juga BNBP Pemkab. Maka tugas Pemprov adalah melakukan rekonstruksi dari jembatan yang putus total,” jelasnya.

Tak hanya di wilayah Kabupaten Malang, lanjut Khofifah, ia juga akan segera memaksimalkan rekonstruksi infrastruktur pada beberapa wilayah yang terdampak.

“Dari bencana tersebut ada jalan yang terdampak retakan-retakan, yang itu sepertinya ada retakan yang juga dialami Kabupaten Blitar, Trenggalek, Pacitan, Ponorogo. Jadi lempengan tanahnya kemungkinan ini berkaitan, sama-sama kita mencoba memaksimalkan,” pungkasnya.

Sebelumnya, hujan dengan intesitas sedang hingga tinggi menerjang wilayah Malang Selatan sejak Kamis (6/7/2023) malam hingga hari ini Jumat (7/7/2023) sore.

Tingginya curah hujan membuat volume air sungai naik dan meluber hingga ke jalan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Sadono Irawan menyebutkan, terdapat empat titik longsor terjadi di beberapa wilayah pada Jumat (7/7/2023).

“Tebing selebar lima meter dengan ketinggian tiga meter longsor hingga menutup akses Jalan Dusun Putukrejo, Desa Argotuwono,” terang Sadono saat dikonfirmasi, Jumat (7/07/2023).

Selain itu, longsor juga menimpa Dusun Mulyoagung. Mengakibatkan tebing dengan lebar lima meter dengan ketinggian tiga meter di Dusun Mulyoagung ambrol hingga menutup akses jalan antar dusun.

“Di Desa Tamansari juga terjadi longsor, yakni menimpa jalan selebar 10 meter dengan ketinggian 15 menter. Hingga mengakibatkan separuh jalan dan plengsengan jalan longsor memutus akses jalan antar dusun,” sambungnya.(ptu/lio)