Lift Gedung UM Viral Karena Rumor Horor, Petugas Keamanan Kini Pasang CCTV

Mencoba Lift 'Horor' UM dan Klarifikasi Petugas Kenapa Selalu ke Lantai 7
Mahasiswa sedang anter menggunakan lift yang katanya horor di UM Malang (blok-a/Widya Amalia)

Kota Malang, Blok-a.com – Usai Universitas Negeri Malang (UM) viral di media sosial karena lift horor, kini pihak petugas keamanan gedung pasang CCTV.

Berdasarkan yang diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswi yang diketahui bernama Hayyu Erinda, mengalami kejadian horor di lift gedung UM tersebut. Peristiwa horor itu disebut terjadi di lift gedung kuliah bersama yang diduga terjadi di A20 UM pada Jumat (1/12/2024) pekan lalu.

Pemasangan CCTV tersebut sudah dilakukan kemarin, 6 Desember 2023. Titik CCTV tersebut telah terpasang di masing-masing gedung kembar, A20 dan A19. Pasalnya dugaan kuat bahwa peristiwa tersebut ada di gedung A19.

“Iya kan kalau ada kejadian kayak kemarin kita juga nggak enak, makanya kita pasang CCTV. Kemarin juga di video itu belum ngomong dia gedung yang mana jadi supaya lebih aman kita pasang,” beber petugas keamanan gedung, Ramadan, ketika ditemui oleh wartawan Blok-A, pada (7/11/2023).

Di satu gedung, terdapat 3 lift yang berfungsi. Sehingga, pihaknya telah memasang 6 CCTV, yang masing-masing lift terpasang satu. Hal itu bertujuan agar para pengguna lift bisa merasa lebih aman dan nyaman.

Pihaknya juga telah memasang himbauan agar para civitas akademika yang hendak ke lantai 2 dan 3 agar tidak menggunakan lift. Mereka menghimbau agar menggunakan tangga saja. Namun, hal itu juga bertujuan agar para pengguna lift yang ingin ke lantai lebih tinggi bisa menjadi prioritas.

Berdasarkan yang diberitakan sebelumnya, memang terdapat salah satu lift paling pojok yang kerap berhenti di lantai 7. Namun, hal tersebut diyakini karena sistem lift.

“Memang ada salah satu lift pojok yang kalau malam berhenti di lantai 7. Tapi sistemnya memang begitu. Karena lift itu kalau sudah jarang yang pakai dia ke atas bukan ke bawah,” paparnya.

Menurut Ramadan, sistem lift tersebut memang otomatis ke lantai 7 apabila sedang sepi atau tidak mengangkut banyak orang. Lantai 7 sendiri sebenarnya merupakan ruang kelas perkuliahan biasa. Sehingga, ketika jam kuliah berakhir maka lampu lantai 7 akan dimatikan.

A19 dan A20 sendiri memang gedung kembar yang difungsikan sebagai Gedung Kuliah Bersama. Untuk lantai yang paling atas, yakni lantai 9, difungsikan untuk rooftop dan aula. Kedua gedung kembar tersebut dipisahkan oleh panggung umum yang cukup besar.

Ramadan menghimbau agar para pengguna lift tidak khawatir berlebihan soal rumor tersebut. Pasalnya, terdapat petugas yang berjaga hingga malam hari. Selain itu, mereka juga siap menolong apabila terdapat keluhan soal lift.

“Itu aman kok, nggak ada apa-apa. Jadi jangan khawatir. Saya juga berjaga di sini sering sampai malam bahkan dini hari juga. Petugas jaganya juga bukan saya sendirian, ada seorang teman saja. Masing-masing gedung ada penjaga yang siap membantu,” tegas dia. (mg2/bob)