Kota Malang, blok-a.com – Polresta Malang Kota menyiapkan strategi khusus untuk mengurai potensi kemacetan saat arus mudik dan libur Lebaran 2026. Sejumlah skema rekayasa lalu lintas hingga penerjunan tim urai telah disiapkan guna memastikan mobilitas pemudik tetap lancar.
Kabag Ops Polresta Malang Kota, Kompol Wiwin Rusli mengatakan, pihaknya telah menyiagakan tim urai yang akan bergerak cepat di titik-titik padat kendaraan.
“Kurang lebih satu regu tim urai berisikan 15 personel dan ada dua perwira di dalamnya,” jelasnya, Rabu (4/3/2026).
Tim tersebut akan ditempatkan secara mobile dan diterjunkan sewaktu-waktu ke lokasi yang mengalami kepadatan. Petugas akan melakukan pengaturan arus, rekayasa situasional, hingga penarikan kendaraan yang menghambat laju lalu lintas.
Selain itu, Polresta Malang Kota juga mendirikan pos pengamanan dan pos pelayanan untuk mendukung kelancaran arus mudik. Pos pengamanan disiapkan di tiga titik strategis, yakni pertigaan Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) dan Jalan Mayjen Panjaitan, kawasan sekitar Alun-Alun Merdeka, serta Exit Tol Madyopuro.
Sementara pos pelayanan akan didirikan di kawasan Stasiun Malang, tepatnya di Jalan Trunojoyo. Pos ini difungsikan sebagai pusat informasi, layanan kesehatan ringan, serta tempat istirahat bagi pemudik.
Tak hanya itu, koordinasi lintas wilayah juga dilakukan bersama Polres Malang dan Polres Batu untuk mengantisipasi kepadatan di kawasan perbatasan dan akses tol.
“Apabila Exit Tol Singosari macet, maka arus kendaraan dialihkan ke Exit Tol Madyopuro maupun Pakis. Oleh karenanya, akan dimatangkan kembali lewat rapat koordinasi eksternal dengan Malang Raya sembari menunggu arahan lebih lanjut dari Polda Jatim,” tandasnya.
Sementara itu, berdasarkan hasil pemetaan, terdapat enam titik yang berpotensi mengalami kemacetan saat arus mudik dan libur Lebaran.
“Dari hasil pemetaan kami, ada enam titik yang berpotensi terjadi kepadatan kendaraan. Ini karena menjadi jalur penghubung antar daerah maupun kawasan wisata,” ujar Wiwin.
Titik tersebut antara lain kawasan Buk Gluduk (Jalan Panglima Sudirman) yang menjadi akses menuju Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang.
“Kemudian akses ke arah Kota Batu melalui Jalan Raya Tlogomas, Jalan Sudanco Supriadi Kecamatan Sukun tepatnya di pertigaan Kacuk,” lanjutnya.
Selain itu, potensi kepadatan juga diprediksi terjadi di kawasan sekitar Alun-Alun Merdeka, kawasan wisata Kayutangan Heritage di Jalan Basuki Rahmat, serta Jalan Ahmad Yani yang menjadi pintu masuk kendaraan dari arah Exit Tol Singosari maupun Surabaya.
“Jalan Ahmad Yani ini merupakan akses utama kendaraan dari arah tol maupun dari Surabaya, sehingga saat volume meningkat tentu akan terjadi perlambatan arus,” pungkasnya. (bob)








