Anggota DPRD Kota Malang Baru Dilantik Langsung Gadaikan SK ke Bank

Pelantikan anggota DPRD Kota Malang masa jabatan 2024-2029, Sabtu (24/8/2024).(blok-a.com/Yogga)
Pelantikan anggota DPRD Kota Malang masa jabatan 2024-2029, Sabtu (24/8/2024).(blok-a.com/Yogga)

Kota Malang, blok-a.com – Tersiar kabar terdapat anggota DPRD Kota Malang yang baru dilantik kemarin langsung menggadaikan SK ke Bank Jatim.

Hal tersebut juga turut dikomentari oleh pimpinan sementara DPRD Kota Malang, I Made Riandiana Kartika.

Menurut Made, fenomena menggadaikan SK tersebut sudah biasa terjadi di awal-awal pelantikan. Pihak Bank Jatim biasanya akan menawarkan kredit jangka panjang.

“Fenomena itu (menggadaikan SK) dimana-mana pasti terjadi. Dimana Bank Jatim selaku bank daerah memang sering menawarkan kredit kepada kita baik kredit perumahan rakyat (KPR), maupun kredit multiguna,” kata Made ketika dihubungi melalui jaringan seluler, Kamis (5/9/2024).

Di Kota Malang, dikatakan Made, soal maraknya menggadaikan SK pelantikan dikembalikan ke masing-masing pribadi anggota DPRD Kota Malang. Khusus di partainya, Made menjelaskan jika penggunaan dana dari menggadaikan ini tetap dibatasi.

“Tapi kalau maraknya itu kita kembalikan ke pribadi masing-masing. Khusus di PDI Perjuangan kami batasi tiga puluh persen dari jumlah plafon yakni Rp 300 juta dan tidak boleh dari itu. Tapi teman-teman di PDI Perjuangan tidak ada yang ngambil segitu, sekitar Rp 200 juta,” ujarnya.

Ketika ditanya tentang berapa jumlah anggota dewan yang menggadaikan, Made menjawab tidak tahu menahu. Karena untuk gadaikan SK tidak membutuhkan persetujuan dari pimpinan sementara.

“Saya tidak tahu karena sifatnya pribadi. Tidak membutuhkan acc dari ketua. Cukup di ketua fraksi masing-masing,” terangnya.

Namun sebagai pimpinan sementara, Made menghimbau kepada seluruh anggota dewan yang baru dilantik agar menggunakan uang dari gadai SK untuk kepentingan produktif bukan konsumtif.

Karena dirinya menyadari banyak anggota dewan yang masih memerlukan uang secara langsung untuk melakukan perbaikan-perbaikan yang sifatnya produktif.

“Ngumpulin duit kan sulit, kita sadarlah mungkin memerlukan perbaikan. Saya menghimbau jika memang mengambil di Bank Jatim, usahakan untuk yang produktif bukan konsumtif,” tambahnya.