Digitalisasi Dongkrak PAD Kota Malang, Pajak Restoran Melonjak hingga Rp 163 Miliar

Kepala Bapenda Kota Malang, Handi Priyanto (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Kepala Bapenda Kota Malang, Handi Priyanto (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Digitalisasi pajak daerah yang diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terbukti efektif meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sektor restoran menjadi penyumbang terbesar dengan lonjakan signifikan dalam tiga tahun terakhir.

Kepala Bapenda Kota Malang, Handi Priyanto, mengungkapkan bahwa penerapan sistem digital membawa perubahan drastis pada penerimaan pajak restoran hingga 3 kali lipat.

“Dulu saat masih manual, rata-rata pendapatan pajak restoran per tahun sekitar Rp40 miliar. Setelah digitalisasi, di tahun 2024 mencapai Rp163 miliar,” jelasnya.

Handi mengatakan, pencapaian ini menjadi sorotan dalam kegiatan APEKSI yang digelar di Kementerian Keuangan RI. Banyak kota lain tertarik dengan praktik baik yang diterapkan Kota Malang, terutama dalam hal transparansi dan efisiensi sistem pajak.

“Dari 98 kota anggota APEKSI, sebagian besar tidak punya hasil bumi atau tambang, hanya mengandalkan sektor perdagangan dan jasa. Karena itu, praktik digitalisasi yang kita lakukan menjadi perhatian mereka,” ujarnya.

Sebagai bentuk kolaborasi antar daerah, Bapenda Kota Malang juga mulai membagikan sistem aplikasi pajak digital miliknya secara gratis ke beberapa daerah lain.

“Kita sudah kerja sama dengan lima daerah yakni Pekanbaru, Lombok Barat, Bangkalan, Kuningan, dan sebentar lagi Tasikmalaya. Beberapa kota lain seperti Lhokseumawe, Palembang, Manado, Kendari, dan Kupang juga akan menyusul,” terang Handi.

Ia menegaskan, sistem digitalisasi pajak ini bukan hanya meningkatkan PAD, tetapi juga memperkuat tata kelola data.

“Sekarang kita fokus pada kualitas data, mencegah dobel akun dan penyalahgunaan di lapangan. Karena setiap rupiah dari pajak digunakan untuk pembangunan mulai dari jembatan, jalan, sampai sekolah,” ujarnya.

Selain sektor restoran, Handi menilai pertumbuhan ekonomi Kota Malang yang stabil juga menjadi kunci peningkatan PAD.

“Sepanjang iklim Kota Malang tetap kondusif, sektor hotel, resto, dan kafe akan terus tumbuh, otomatis PAD ikut naik,” imbuhnya.

Handi juga menyinggung soal potensi pajak kendaraan bermotor yang masih bisa dioptimalkan, terutama dari kalangan mahasiswa.

“Kita ingin mendorong agar mahasiswa menggunakan kendaraan dengan pelat Kota Malang. Karena selama ini banyak yang masih pakai kendaraan dari kota asalnya,” kata dia.

Terkait keamanan sistem digital, Handi memastikan seluruh infrastruktur dibangun secara mandiri oleh Bapenda Kota Malang.

“Kita membangun server dan sistem keamanan sendiri, tidak menggunakan sarpras dari Kominfo. Jadi keamanan data kita kendalikan sepenuhnya,” tegasnya.

Dengan langkah-langkah tersebut, Bapenda Kota Malang optimistis bisa mempertahankan tren positif peningkatan PAD dan menjadi contoh bagi kota lain di Indonesia. (yog/bob)