Kota Malang, blok-a.com – Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang bersyukur penanganan masalah banjir di Kota Malang menjadi salah satu program prioritas Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur (Jatim) 2025 mendatang.
Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulhardjanto mengatakan bahwa penanganan masalah banjir di Kota Malang yang akan ditangani Dinas PU SDA Jatim adalah di Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) Kecamatan Lowokwaru.

Penanganan banjir di Jalan Suhat Kota Malang ini pun sebelumnya pernah diusulkan pihaknya baik ke pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi.
“Jadi dikabarkan atau diinformasikan untuk drainase di kawasan Jalan Soekarno-Hatta sudah masuk program Dinas PU SDA Provinsi Jatim nanti di tahun 2025. Jadi kita hanya menerima manfaat,” kata Dandung.
Dandung menjelaskan, pengerjaan yang akan dilakukan Dinas PU SDA Provinsi Jatim untuk penanganan banjir adalah pembangunan drainase.
Drainase itu nantinya akan dibangun sepanjang 1,3 kilometer di Jalan Suhat. Sementara ketinggiannya mencapai 2 hingga 6 meter.
“Dimulai dari Jalan Candi Panggung hingga Sungai Brantas. Kemudian Jalan Candi Panggung ke atas tersebut kurang lebih mencapai 700 meter,” jelasnya.
Disinggung terkait dengan penanganan masalah banjir di Kota Malang, Dandung mengaku DPUPRPKP Kota Malang sudah melaksanakannya. Bahkan, pihaknya juga sudah memetakan penanganan banjir dan juga telah dilakukan dengan memberikan aksi membangun drainase di titik-titik yang rawan banjir.

“Kalau Kota Malang ya cukup besar kita lakukan di Jalan Bendungan Sigura-gura. Karena dengan pembangunan drainase di Sigura-gura ini untuk mengurangi air yang lari ke Jalan Galunggung masuk ke Kali Tawang. Kemudian ada di daerah Jalan Cempaka, ada juga di Jalan Janti, ada banyak,” terangnya.
Dandung menjelaskan terkait dengan Perubahan Anggaran Keuangan pada tahun 2025, pihaknya hanya mengerjakan pekerjaan insidentil. Karena pihaknya tidak mendapatkan tambahan anggaran.
“Secara keseluruhan pengerjaan untuk mengatasi masalah banjir di 57 lokasi yang tersebar di 5 kecamatan yang ada di Kota Malang,” pungkasnya. (mg1/bob)








