Entas Kemiskinan, Pemkab Dorong Produksi Garam Kualitas Premium di Malang Selatan

Caption : Produksi garam tunnel di Pesisir Pantai Malang Selatan (Blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)
Caption : Produksi garam tunnel di Pesisir Pantai Malang Selatan (Blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus upayakan pengentasan kemiskinan eskrtem, terutamanya di wilayah pesisir pantai Malang Selatan.

Perlu diketahui, dari data Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Malang, angka kemiskinan ekstrem terus menujukkan presentase yang baik. Di tahun 2021, angka kemiskinan mencapai 276 ribu jiwa atau sekitar 10,50 persen jumlah penduduk.

Meskipun tak terlalu signifikan, angka tersebut mengalami penurunan yakni sekitar 275 ribu jiwa atau sekitar 9,5 persen jumlah penduduk.

Untuk itu, Pemkab Malang terus melakukan upaya-upaya penurunan kemiskinan di Kabupaten Malang. Salah satunya dengan mendorong produksi garam premium di pesisir Pantai Selatan Malang.

Bupati Malang, Sanusi mengatakan, Kabupten Malang memiliki inovasi pembuatan garam tunnel dengan memanfaatkan bantuan terowongan plastik uv, sehingga produksinya bisa dilakukan sepanjang musim.

Proses pembuatannya juga cukup diperhatikan, sehingga dapat menghasilkan jenis garam premium.

“Garam yang diproses melalui tempat tunnel itu ditutupi plastik supaya air garam tidak kena air hujan. Juga tidak terkontaminasi oleh kotoran, baik debu maupun kotoran hewan,
Sehingga menghasilkan garam premium yang sangat bersih, putih, bagaikan kristal,” terang Sanusi saat ditemui di Kampung Garam Bajulmati, Rabu (15/11/2023).

Melihat kualitas garam yang premium, ia berharap produk asal Malang Selatan ini tak hanya bisa menebus pasar nasional melainkan dapat dieskpor ke sejumlah negara.

“Untuk garam tunnel ini, Dinas Perikanan sudah menjajaki ekspor ke Jepang, kalau Jepang mau menerima atau negara lain mau membeli, maka kita buka produksi secara besar-beAran di Malang Selatan,” tuturnya.

Dikatakan sebagai bentuk upaya penurunan,
sebab dengan adanya Kampung Garam tersebut dapat membuka lapangan pekerjaan serta menambah penghasilan warga setempat.

“Dari hasil sementara, dari lahan 5000 meter persegi itu menghasilkan 8 ton dikalikan 5000 yakni 40 juta dalam waktu enam bulan. Sehingga setengah hektare itu bisa menghasilkan Rp80 juta dalam setahun,” jelasnya.

Melihat potensi yang menggiyuran, Sanusi juga akan menyiapkan anggaran dari APBD 2024 sebesar Rp1 miliar untuk pengembangan garam dengan teknologi tunnel di lima kecamatan.

Lima kecamatan tersebut diantaranya yakni wilayah pesisir pantai, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Gedangan, Bantur, Pagak, dan Donomulyo.

“Maka di APBD Kabupaten Malang tahun 2024 kita siapkan Rp 1 miliar untuk tiap-tiap kecamatan mendapatkan alokasi Rp 200 juta,” pungkasnya. (ptu/bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?