Jelang Idul Adha, Tim Pemantau Kesehatan Hewan Kurban Dilepas Bupati Blitar

Bupati Blitar Rini Syarifah melepas Tim Petugas Pemantau Kesehatan dan Pemotongan Hewan Kurban di Pendopo Ronggo Hadinegoro. (blok-a.com/Fajar)
Bupati Blitar Rini Syarifah melepas Tim Petugas Pemantau Kesehatan dan Pemotongan Hewan Kurban di Pendopo Ronggo Hadinegoro. (blok-a.com/Fajar)

Blitar, blok-a.com – Bupati Blitar Hj. Rini Syarifah melepas Tim Petugas Pemantau Kesehatan dan Pemotongan Hewan Kurban di Pendopo Ronggo Hadinegoro, Rabu (29/05/2024). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh Kecamatan Kabupaten Blitar secara daring.

Tim Petugas Pemantau Kesehatan dan Pemotongan Hewan Kurban tersebut, dibentuk Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar menjelang Hari Raya Idul Adha 1445 H.

Sebanyak 273 orang petugas, nantinya akan bertugas di setiap Desa/Kelurahan, RPH Wlingi, RPH Srengat, dan RPH Kademangan.

Tugas tim tersebut adalah memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat, memenuhi syariat agama, dan mencegah penyakit Zoonosis.

Bupati Rini Syarifah dalam sambutannya mengatakan, untuk mengantisipasi Penyakit hewan Mulut dan Kuku (PMK) dan Penyakit Kulit Berbenjol (Lumpy Skin Disease/LSD), Pemkab Blitar melakukan pendampingan petugas ternak dalam pemeriksaan kesehatan hewan.

“Petugas ternak ini memitigasi resiko penyebaran penyakit termasuk di tempat pemotongan hewan kurban di luar Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R). Tujuannya memberikan jaminan penyediaan produk asal hewan yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH),” kata Rini Syarifah.

Mak Rini, sapaan akrab Bupati Blitar berpesan kepada Tim Petugas Pemantau Kesehatan dan Pemotongan Hewan Kurban, agar bisa memberikan rasa aman kepada masyarakat bahwa hewan yang akan dikurbankan adalah hewan yang sehat dan layak serta produknya Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH) untuk dikonsumsi.

“Lakukan pemantauan dan pendampingan dengan sebaik-baiknya. Apabila di lapangan terdapat berbagai kendala, tolong diselesaikan dengan cara- cara yang profesional, efektif, tepat, terukur, proporsional dan pendekatan yang humanis,” pungkas orang nomor satu di Pemkab Blitar. (jar/adv/kmf)