Kota Malang, blok-a.com – Kawasan Kota Malang diprediksi mengalami peningkatan aktivitas masyarakat saat Ramadan 2026, khususnya di area wisata Kayutangan Heritage yang menjadi lokasi favorit ngabuburit. Untuk menjaga kelancaran lalu lintas, Dinas Perhubungan Kota Malang akan memperketat pengawasan parkir kendaraan, terutama sepeda motor di tepi jalan.
Dishub telah memetakan sejumlah titik rawan kepadatan seiring operasional pasar takjil, seperti di Jalan Raya Sulfat, Jalan Kolonel Sugiono, Jalan Muharto, Jalan Veteran, Jalan Jakarta (belakang kampus Universitas Negeri Malang), hingga kawasan Soekarno-Hatta.
Selain itu, kawasan Kayutangan Heritage juga menjadi perhatian utama karena dinilai berpotensi dipadati pengunjung menjelang waktu berbuka.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengatakan, pihaknya akan menerjunkan personel untuk memastikan aturan lalu lintas tetap dipatuhi.
“Kami akan melakukan pengawasan agar tetap tertib lalu lintas. Tentu kami akan bersinergi dengan perangkat daerah terkait,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Ia mengimbau masyarakat yang ngabuburit di kawasan Kayutangan agar memanfaatkan fasilitas parkir resmi yang telah disediakan pemerintah.
“Kayutangan harus teratur. Mohon tidak memarkir sepeda motor di sembarang tempat. Kami sudah sediakan Gedung Parkir Kayutangan, silakan dimanfaatkan,” tuturnya.
Widjaja mengakui, pelanggaran parkir masih ditemukan meski aturan larangan parkir tepi jalan telah diberlakukan. Bahkan, pada akhir pekan lalu petugas mengangkut puluhan sepeda motor yang parkir di lokasi terlarang.
“Kemarin ada puluhan motor, itu memang mereka melanggar aturan sehingga kami tindak sebagai bahan edukasi kepada masyarakat luas,” jelasnya.
Menurutnya, meningkatnya kunjungan wisata ke kawasan heritage di pusat kota menjadi tantangan tersendiri dalam pengaturan lalu lintas. Karena itu, edukasi kepada masyarakat akan terus dilakukan.
“Kami akan terus melakukan edukasi untuk membudayakan ketaatan berlalu lintas di kawasan Kayutangan,” tandasnya. (bob)








