Pembangunan Drainase Mayor Sebagai Solusi Banjir di Jalan Soekarno-Hatta Kota Malang Masih Terkendala (4))

DPUPRPKP Kota Malang Bicara Soal Banjir Langganan di Kota Malang Setiap Musim Hujan
Ilustrasi Salah satu banjir di Kota Malang(Blok-a.com/Mike)

Kota Malang, blok-a.com – Pembangunan saluran drainase mayor di bawah median tengah Jalan Soekarno-Hatta Kota Malang dipercaya mampu menjadi solusi banjir. Namun, pembangunan solusi banjir di Jalan Soekarno-Hatta Kota Malang itu masih mengalami sejumlah kendala.

Contohnya seperti dana yang besar dan lingkungan hidup di wilayah tersebut terkait keharusan dicabutnya pohon-pohon yang ada di median tengah jalan.

“Rencana ini masih harus dikaji dulu, karena ini dananya besar lho Mas. Jadi harus direncanakan dengan benar-benar matang,” terang Kasi Pemeliharaan UPT PKJ Bina Marga Malang Samsul Widjajanto waktu diwawancara oleh Blok-A.com. Dana yang diperlukan sekitar Rp 125 miliar.

Keharusan mencabut pohon di tengah median jalan juga menjadi salah satu penghambat mengapa rencana tersebut belum dilancarkan dengan segera. “Di median Jalan Soekarno-Hatta itu kan banyak pohon-pohon besarnya mau tidak mau harus dicabut kalau kita menuruti rancangan yang sudah ada,” tutur Samsul.

Terlepas dari berbagai permasalahan yang dihadapi oleh wacana pembangunan saluran drainase mayor itu, masyarakat menyebut masih ada beberapa hal yang perlu diselesaikan terlebih dahulu. Salah satunya adalah bagaimana cara mengarahkan air yang mengalir di permukaan ke dalam saluran drainase.

“Ya jelas air harus ditata supaya bisa masuk (saluran drainase). Kalau Cuma dibangun saja terus tidak ditata sama juga bohong, buat apa terus,” kata salah satu warga Jatimulyo yang bernama Eko Pramono yang berprofesi sebagai tukang parkir.

Karena, tidak sepanjang pinggir Jalan Soekarno-Hatta ada saluran drainase. Contohnya, menurut Eko adalah wilayah depan Gerai Pizza Hut. “Ini kan tidak ada saluran airnya, mas,” tunjukknya kepada oleh Blok-A.com.

Bahkan walaupun ada salurannya, di beberapa titik air tidak dapat mengalir ke dalam saluran karena tertutup bangunan seperti yang telah Blok-A.com ulas sebagai penyebab tingginya genangan air di depan RSUB.

Terkait hal tersebut, Eko juga mengatakan bahwa penataan saluran drainase dengan model apa pun harus diimbangi dengan strategi untuk memastikan air dapat masuk ke saluran secara lancar.

“Ya bagaimana caranya saja. Apa dikasih lubang-lubang di pinggir jalan atau jalannya ditata menjadi bagaimana, itu yang membangun yang lebih mengerti,” tutur Eko. (mg3/bob)