Selamat Ultah ke-110 Kota Malang, Pj Wali Kota Beber 5 Isu Strategis

Kota Malang, Blok-a.com – Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, pada upacara peringatan HUT Kota Malang ke-110 mengungkapkan beberapa isu strategis yang telah menjadi fokus utama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan Kota Malang semakin berkelas.

“Sejak saya diberi amanah sebagai Penjabat Walikota Malang, saya telah mengawal dengan tekun lima isu strategis yang ditugaskan oleh Presiden Joko Widodo melalui Kemendagri RI,” ujar Wahyu dalam pidatonya di Balai Kota Malang, Senin (1/4/2024).

Pertama, Wahyu menekankan pentingnya pengendalian inflasi. Pemerintah Kota Malang telah berupaya keras untuk menekan angka inflasi dengan berbagai langkah.

“Kami terus berupaya menekan angka inflasi melalui berbagai langkah, seperti penguatan peran TPID, operasi pasar, gerakan pasar dan pangan murah serta penyelenggaraan Warung Tekan Inflasi (WTI),” ungkap Wahyu.

Mengenai stunting, Wahyu menyampaikan, upaya bersama dari berbagai pihak diperlukan untuk mengatasi stunting, melalui integrasi data, edukasi publik, pemberian makanan tambahan bagi balita, dan program-program lain yang relevan.

“Perlu adanya penguatan kolaboratif antar berbagai pihak untuk mengintegrasikan data stunting, memberikan edukasi dan publikasi masif serta pemberian makanan tambahan bagi balita,” terangnya.

Wahyu juga memberikan sorotan pada pengembangan BUMD dengan terus meningkatkan kinerja mereka melalui berbagai upaya, seperti digitalisasi layanan dan restrukturisasi pengembangan.

“BUMD seperti Perumda Tugu Tirta yang telah melakukan digitalisasi layanan, Tugu Artha dengan peningkatan penanganan kredit kurang lancar serta Tugu Aneka Usaha melalui proses restrukturisasi pengembangan peternakan.”

Mengenai layanan publik, Wahyu menyebut Mal Pelayanan Publik (MPP) didirikan sebagai pusat layanan satu atap bagi masyarakat, sehingga memudahkan akses mereka terhadap berbagai layanan pemerintah.

“Pemerintah Kota Malang berupaya menciptakan pelayanan yang efektif dan efisien, salah satunya melalui keberadaan Mal Pelayanan Publik (MPP) sebagai one stop service bagi masyarakat.”

Ia juga membahas tentang angka pengangguran di Kota Malang. Dalam pidatonya itu, ia mengatakan bahwa berbagao program pelatihan, pembinaan, dan penyuluhan bagi pencari kerja terus dilaksanakan untuk memberikan dampak positif pada tingkat pengangguran di Kota Malang.

Selain itu, Pemerintah Kota Malang juga aktif dalam mengatasi kemiskinan ekstrem dengan program-program seperti rantang kasih dan bantuan bagi fakir miskin, lansia, dan disabilitas. 

Program lainnya juga ditekankan, seperti upaya untuk memperbaiki akses pelayanan kesehatan masyarakat, memaksimalkan program Kemis Mbois, dan mendengarkan aspirasi masyarakat melalui program Ngombe.

“Semua upaya ini tidak akan berhasil tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh komponen masyarakat Kota Malang,” tambah Wahyu. (art/bob)