Kabupaten Malang, blok-a.com – Meningkatkan produktivitas hasil budidaya kentang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang gandeng akademisi hingga perusahaan melalui hibah bibit kentang varietas G2 Granola.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan produktivitas hingga meningkatkan kwalitas hasil panen di wilayah Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang, Avicenna Medisica Saniputera menerangkan, penanaman kentang varietas G2 Granola ini merupakan salah satu program petani milenial dari Kementerian Pertanian.
Program tersebut bernama Youth Enterpreneurship And Employment Support Services (YESS). Yang mana, program tersebut dikerjasamakan melalui akademisi di Malang.
“YESA kerjasama dengan kita melalui Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang. Salah satunya hibah bibit sebagai bantuan intervensi permodalan,” ujar Avicenna saat dikonfirmasi, Selasa (20/2/2024).
Dikatakan Avicenna, benih kentang di wilayah pertanian Ngadas memang dirasa perlu pembaruan. Sebab, umur benih tersebut ditafsirkan telah digunakan selama puluhan tahun lamanya yang terus dilakukan dengan sistem turunan.
“Benih dari bibit sebelumnya sudah digukan sepuluh tahun gak diganti, jadi diperbanyak lagi. Sementara kalau horti benih maksimal dipakai empat tahun. Setelah itu harus ganti lagi, di Ngadas sendiri kemungkinan benih usianya bisa 10 hingga 20 tahunan,” ujaranya.
Dengan melakukan pembaruan bibit melalui kerjasama tersebut, ia berharap komoditas kentang di wilayah Ngadas dapat kembali bangkit dengan menghasilkan kwalitas hasil panen terbaik.
“Benih sebelumnya produksi paling banyak enam ton per hektar. Sedangkan kalau G2 ini sudah uji coba tahun lalu, bisa menghasilkan 40 ton per hektarnya,” ujarnya.
Selain untuk meningkatkan kwalitas hasil panen, lanjut Avicenna, pihaknya juga berharap dapat meningkatkan minat petani milenial untuk terjun di dunia petanian dengan penghasilan yang menjanjikan.
“Tidak hanya itu, salah satunya uuga meningkatkan kapasitas keminatan petani muda dalam rangka kaderisasi SDM. Di bidang pertanian sendiri juga bisa memperbai benih dan menghasilkan kentang yang berkualitas dan produktivitas tinggi,” jelasnya.
Tak berhenti di sana, dalam program ini juga berkolaborasi dengan perusahaan untuk melakukan pembinaan terhadap petani muda. Pembinaan tersebut meliputi pemahaman terkait tata dara budidaya hingga manajerial.
“Petani muda harus diberi contoh dengan diajak mencoba memantau bersama. Nanti kalau sudah panen diukur berapa produksinya per hektar, kalau hasilnya bagus pasti merek (petani) akan menerapkanya sendiri,” pungkasnya. (ptu/bob)








