Vaksinasi Puluhan Ribu Sapi di Kabupaten Malang, Antisipasi Lumpy Skin Disease

Sapi di Pasar Hewan GondanglegI Kabupaten Malang pada 2022 lalu (blok-a/bob)
Sapi di Pasar Hewan GondanglegI Kabupaten Malang pada 2022 lalu (blok-a/bob)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Mengantisipasi wabah Lumpy Skin Disease yang sudah merambah wilayah Jawa Timur (Jatim), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang lalukan vaksinasi untuk 37.440 ekor sapi perah dan potong.

Belum tuntas dengan permasalahan wabah Penyakit Mulut dan Kukuk (PMK), peternak Kabupaten Malang dihebohkan kembali dengan hadirnya wabah baru yang menyerang kulit sapi.

Hal tersebut membuat Pemkab melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Pemkab Malang harus bergerak cepat untuk mengantisipasi sebaran wabah tersebut.

Kepala DPKH Kabupaten Malang, Eko Wahyu Widodo menyatakan bahwa hingga saat ini di Kabupaten Malang belum ditemukan wabah Lumpy Skin Disease. Dirinya mengaku masih melakukan beberapa antispasi melalui vaksin kepada sapi ternak dan diberlakukannya pembatasan pada pasar hewan.

“Kabupaten Malang sementara ini masih aman. Karena yang kena itu baru Gresik, Blitar, sama Sidoarjo. Di beberapa wilayah itu pun juga masih belum banyak. Malang belum,” terang Eko saat dikonfirmasi pada Minggu (22/01/2023).

Dikatakannya, vaksinasi tersebut telah dilakukan pada awal Januari 2023, sebanyak 37.440 ekor sapi di wilayah Kabupaten Malang telah disuntik vaksin. Dari data yang ada, Eko mengatakan, hingga kini di Kabupaten Malang terdapat 317 ribu ekor sapi, yang terdiri dari 87 ribu sapi perah dan 230 ribu sapi potong.

“Sudah digelorakan vaksin ini tiap hari. Baik itu vaksin PMK yang dosis dua termasuk LSD,” ungkapnya.

Tak hanya mengantisipasi melalui gelaran vaksinasi, DPKH Kabupaten Mapang juga memberlakukan pembatasan jumlah wilayah pada pasar hewan.

“Tidak menutup total, jadi maksutnya dibatasi,” tambahnya.

Sejauh ini, Eko mengatakan bahwa wabah LSD ini sebenarnya sudah muncul PKM. Ia juga menilai bahwa wabah PMK lebih berbagaya dibandingkan wabah LSD. Sebab, pada wabah PMK lebih tinggi resiko kematiannya. Namun, meskipun demikian dirinya mengatakan tidak boleh menganggap remeh wabah tersebut.

Perlu diketahui, gejala wabah Lumpy Skin Disease bermula dengan bentol-bentol pada kulit hewan ternak, menyerupai penyakit udun. Wabah LSD bisa disebut cukup berbahaya bagi hewan ternak.

“Semua penyakit itu berbahaya. Cuma LSD kan nggak langsung adanya kematian. Masih perlu waktu lama. Kalau PMK kan seminggu, atau dua hingga tiga hari langsung mati. Kalau LSD kan nunggu berbulan bulan bentol-bentolnya, kadang ada yang sembuh kok,” tutupnya.

Hal yang sama disampaikan oleh Wakil Bupati (Wabup) Malang, Didik Gatot Subroto mengatakan sejak awal adanya virus PMK memasuki wilayah Kabupaten Malang, menyebabkan pasar hewan belum dibuka secara normal. Didik menyebut pasar hewan hanya beroprasi satu kali dalam seminggu.

Lebih lanjut, Wabup yang juga sebagai Kepala Satgas Penanganan PMK Kabupaten Malang ini, kewaspadaan terhadap penyebaran LSD perlu dilakukan juga karena penyebaraan virus itu dinilai cukup tinggi di Jawa tengah.

“Ini hasil komunikasi dengan Dinas Peternakan Provinsi Jatim. Sehingga untuk sementara waktu, harus dipertahankan (kondusifitas di Kabupaten Malang). Dalam rangka agar pasar regional kita harus aman lebih dahulu. Agar upaya preventif busa berjalan maksimal. Dan Alhamdulillah pertumbuhannya penanganan PMK luar biasa,” terangnya.

(ptu/bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?