Pembangunan Sekolah Rakyat di Bantur Dikebut, Target Rampung Juli 2026

Proses pembangunan sekolah rakyat yang berada di Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang (Dinsosforblok-a.com)
Proses pembangunan sekolah rakyat yang berada di Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang (Dinsosforblok-a.com)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang masih dalam tahap pengerjaan dan ditargetkan rampung pada Juli 2026.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malang, Pantjaningsih Sri Redjeki, mengatakan proses pembangunan saat ini terus dipercepat agar dapat segera digunakan.

“(Pembangunan gedung Sekolah Rakyat) belum selesai (dibangun), masih proses. Tetapi ditargetkan bulan Juli 2026 ini selesai,” ungkap Pantja, Rabu (18/3/2026).

Ia menjelaskan, pembangunan Sekolah Rakyat tersebut berdiri di atas lahan milik Pemerintah Kabupaten Malang seluas 5,9 hektare yang berlokasi di dekat kawasan Jembatan Pelangi.

Pengerjaan fondasi dan tiang pancang telah dimulai sejak awal 2026. Selanjutnya, pembangunan akan dilanjutkan dengan penyediaan sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar.

Nantinya, Sekolah Rakyat ini akan melayani jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP hingga SMA, lengkap dengan fasilitas pendukung seperti asrama, tempat ibadah, lapangan, perpustakaan, hingga laboratorium.

Pantja menyebut, total anggaran pembangunan mencapai Rp200 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

“Anggaran dari APBN sebesar Rp100 miliar dan dari CSR perusahaan sebesar Rp100 miliar,” jelasnya.

Meski ditargetkan rampung tahun ini, pihaknya belum dapat memastikan apakah gedung tersebut langsung bisa ditempati siswa pada tahun ajaran 2026/2027.

“Kami belum tahu (langsung ditempati siswa atau tidak) karena belum ada arahan,” katanya.

Sementara itu, selama pembangunan berlangsung, proses pembelajaran Sekolah Rakyat masih dilakukan di lokasi rintisan, yakni di Balai Latihan Kerja (BLK) Singosari atau Sekolah Rakyat Terintegrasi 47 Malang tahap rintisan 1C.

Saat ini, terdapat 19 tenaga pengajar yang bertugas, terdiri dari dua guru jenjang SD dan 17 guru jenjang SMA. Seluruhnya merupakan lulusan Program Pendidikan Profesi Guru dan berstatus PPPK di bawah Kementerian Sosial RI.

Pada awal peresmian September 2025, jumlah siswa tercatat sebanyak 100 anak, terdiri dari 25 siswa SD dan 75 siswa SMA. Namun saat ini jumlahnya menurun menjadi 86 siswa, salah satunya disebabkan perpindahan domisili peserta didik.

Pemkab Malang berharap pembangunan Sekolah Rakyat ini dapat memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah Kabupaten Malang. (yog/bob)