Universitas Brawijaya Sukses Jadi Juara Umum MTQMN XVII

UB menjadi juara umum MTQMN XVII pada (9/11/2023). (foto : Humas UB)
UB menjadi juara umum MTQMN XVII pada (9/11/2023). (dok. Humas UB)

Kota Malang, blok-a.com – Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Kota Malang kembali membawa prestasi. Kali ini, Universitas Brawijaya (UB) menyandang juara umum dalam Musabaqoh Tilawatil Qur’an Mahasiswa Tingkat Nasional ke XVII.

“Memutuskan dan menetapkan sesuai dalam lampiran keputusan Dewan Hakim MTQMN bahwa juara umum diraih oleh Universitas Brawijaya (UB) dengan nilai 88, kedua adalah Universitas Negeri Malang (UM) dengan nilai 50; ketiga Universitas Islam Indonesia (UII) dengan nilai 41; Universitas Sumatera Utara nilai 36; Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (28); UGM (26); dan seterusnya,” kata Ketua Dewan Hakim MTQMN Prof. KH Said Agil Husein Al Munawar dalam penutupan kegiatan tersebut di Gedung Samantha Krida, Kamis (9/11/2023).

Perolehan gelar juara umum yang disandang UB merupakan capaian prestasi dalam kategori lomba.

UB berhasil mendapatkan juara 1 Musabaqah Fahmil Qur’an, Juara 1 Musabaqah Hifzhil Qur’an 30 Juz Putri, Juara 1 Musabaqah Hifzhil Qur’an 30 Juz Putra, Juara 2 Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Kandungan Al-Qur’an, Juara 2 Musabaqah Tartil Qur’an Putri, Juara 2 Musabaqah Tilawatil Qur’an Putri, Juara 2 Musabaqah Hifzhil Qur’an 20 Juz Putri Juara.

Sedangkan, untuk cabang Musabaqah Khaththil Qur’an Golongan Kontemporer Putra mendapat Juara 3. Kemudian, Musabaqah Khaththil Qur’an Golongan Kontemporer Putri mendapat Juara 3.

UB juga meraih juara 3 Musabaqah Pembacaan Kitab Maulid Nabi Muhammad SAW. Untuk Musabaqah Qira’at Sab’ah Putri mendapat Juara 3, Musabaqah Tartil Qur’an Putra Juara 3, Musabaqah Desain Aplikasi Komputer Al-Qur’an Juara Harapan 1.

Sedangkan untuk Musabaqah Hifzhil Qur’an 10 Juz Putra mendapatkan Juara Harapan 1, Musabaqah Hifzhil Qur’an 20 Juz Putra mendapatkan Juara Harapan 1 dan Musabaqah Qira’at Sab’ah Putra Juara Harapan 1.

“Masing-masing pemenang juara 1 hingga harapan 3 akan mendapatkan sertifikat, trophy, dan uang pembinaan,” lanjut Said Aqil.

Menurut staf ahli Kemendikbudristek Bidang Manajemen Talenta Tatang Muttaqin, MTQMN merupakan salah satu upaya untuk merawat tradisi yang positif dalam aspek religi.

MTQMN membantu untuk mengidentifikasi dan mencari talenta-talenta baru yang akan menjadi penerus di masa depan.

“Hal ini sejalan dengan semangat para ulama untuk tidak berhenti mencari penerus baru yang lebih baik sehingga bisa benar-benar mencapai target talenta nasional,” pungkasnya. (mg2/lio)