Hujan Deras, Sekolah di Sumawe Malang Kebanjiran

Situasi ruang kelas di MTS Negeri 4 yang berlokasi di Desa Harjokuncaran, Kecamatan Sumawe, Kabupaten Malang terendam air (dok. BPBD Kabupaten Malang for blok-a.com)
Situasi ruang kelas di MTS Negeri 4 yang berlokasi di Desa Harjokuncaran, Kecamatan Sumawe, Kabupaten Malang terendam banjir. (dok. BPBD Kabupaten Malang for blok-a.com)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Akibat hujan dengan intensitas tinggi pada Jumat (23/2/2024) kemarin, sebuah sekolah di Desa Harjokunjaran, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe), Kabupaten Malang terendam banjir.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Sadono Irawan mengungkapkan, air setinggi kurang lebih 100 centimeter tersebut disebabkan luapan air hujan.

Terlebih, kata Sadono, di wilayah tersebut memiliki kontur tanah yang cenderung cekung. Sehingga air memang kerap membanjiri bangunan sekolah saat curah hujan tinggi.

“Jadi ini bukan terdampak banjir (dari tempat lain), memang sekolahnya yang berada di tanah cerukan atau cekungan. Sehingga rendaman air bisa terjadi,” terang Sadono saat dikonfirmasi, Sabtu (24/2/2024).

Dari data BPBD Kabupaten Malang, insiden tersebut terjadi pada Jumat (23/2/2024) malam sekitar pukul 19.30 WIB.

Di hari yang sama, sekira 07.00 WIB hujan intensitas tinggi telah mengguyur wilayah Sumawe dan sekitarnya.

“Hujan intensitas tinggi terjadi khususnya di Desa Harjokuncaran, yang menyebabkan air meluap,” ujar Sadono.

Seluruh area MTs Negeri 4 Desa Harjokuncaran kini terendam air. Beruntungnya tidak ada korban, maupun kerusakan atas peristiwa tersebut.

Sejumlah kebutuhan mendesak seperti pompa air dibutuhkan untuk membantu penyedotan air agar cepat surut sehingga sekolah dapat dipergunakan kembali.

Selanjutnya, Tim BPBD Kabupaten Malang melakukan assement dan kajian cepat untuk menangani peristiwa tersebut.

Dikatakan Sadono, kejadian serupa kerap terjadi khususnya di area cekungan seperti yang terjadi di MTs Negeri 4 yang berada di Desa Harjokuncaran, Sumawe tersebut. Ia memastikan, air akan surut dengan sendirinya.

“Semacam menggenang di cerukan. Air tidak bisa keluar dari sekolah, nanti akan surut dengan sendirinya. Untuk kejadian semacam itu di sana sudah rutinitas kalau terjadi hujan,” pungkasnya. (ptu/lio)