Kondisi Terkini Korban Luka Kecelakaan Mobil Masuk Jurang di Area TNBTS Malang

Bupati Sanusi menjenguk lima korban selamat dalam kecalakaan maut di jurang kawasan TNBTS, Poncokusumo, Kabupaten Malang (blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)
Bupati Sanusi menjenguk lima korban selamat dalam kecalakaan maut di jurang kawasan TNBTS, Poncokusumo, Kabupaten Malang (blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Kondisi lima dari sembilan korban yang terlibat kecelakaan di jurang kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kini masih dalam perawatan dokter di rumah sakit dr Soepraoen Kota Malang, pada Selasa (14/5/2024). 

Mereka yakni Siti Aminah (30), Fatin (33), Nafla Syakira (8), Naila Salsabila (6) dan Hafis Muhammad Rafif Afkari (7).

Spesialis Ortopedi Rumah Sakit dr. Soepraoen, dr. Mohammad Syarif, Sp.OT, DPJP menerangkan, terdapat 5 korban yang dirawat di ruang IGD pada kemarin (14/5/2024). Terdiri dari 3 pasien anak-anak dan 2 pasien dewasa. 

“Yang satu ditangani oleh dokter bedah saraf karena problemnya di wajah. Yang empat ditangani oleh saya sendiri, selaku dokter spesialis ortopedi, termasuk juga ada yang ditangani rawat bersama antara saya dengan dokter bedah TKV karena cedera di dada dan masih kita observasi,” jelas Muhammad Syafi’i saat ditemui awakmedia, Selasa (14/5/2024). 

Ia menerangkan, kondisi dua korban kecelakaan di jurang area TNBTS Malang yang masih anak-anak itu mulai membaik. Keduanya mengalami cedera kepala, namun kondisinya berangsur pulih usai dilakukan perawatan. 

Selain cedera pada kaki, sambung Syarif, pasien anak juga mengalami patah kaki, tangan dan paha. Serta satu pasien anak lainnya mengalami luka di wajah. 

“Kalau anak satunya lagi di wajah dan ditangani oleh dokter bedah saraf. Tapi insyaallah gak apa-apa,” tambahnya. 

Menurutnya, jika cedera pada tulang anak akan cenderung lebih cepat pemulihannya. Yang terpenting menurutnya, yakni pengembalian psikolog anak pasca kecelakaan maut yang menimpanya.

“Nantu kita monitor fisioterapinya, kemudian pemberian vitamin, kalau membaik bisa belajar jalan lagi. Yang utama kita tenangkan psikologis anaknya dulu, kalau sudah membaik, baru kita rencanakan operasi,” terangnya.

Sementara itu, untuk korban atas nama Fatin masih perlu dilakukan observasi dan diberikan bantuan oksigen. Jika kondisinya mulai stabil, direncanakan untuk operasi. 

“Ibu Fatin ini kondisinya tidak hamil. Cederanya pasti karena kecelakaan, ia mengalami patah di bahu, dada, dan tungkai,” pungkasnya. (ptu/bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?