Kota Malang, blok-a.com – Longsor kembali terjadi di Kota Malang. Kali ini longsor terjadi di wilayah Kampung Keramat, Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen Kota Malang, longsor kembali terjadi pada hari Senin (8/1/2024).
Sebelumnya longsor juga terjadi di Kelurahan Kasin Kota Malang. Sebuah tembok ambrol saat longsor di tepian sungai itu.
Berbeda dengan longsornya tembok besar pada hari Selasa (2/1/2024) kemarin, kali ini longsor yang terjadi menimpa rumah seorang warga. Kejadian ini terekam oleh sebuah video yang beredar di media sosial dan diunggah langsung oleh akun X BPBD Kota Malang.
“Tanah Longsor kembali terjadi di Gg. Makam (Kampung Keramat) Kelurahan Kasin kali ini terjadi di sebelah Masjid Al Ikhlas. Masih 1 lokasi dengan rentetan longsor yang terjadi 2 Januari yang lalu,” terang BPBD Kota Malang dalam cuitannya.
Terlihat dalam video tersebut, sebuah rumah berlantai dua jebol tembok penopangnya di satu sisi sehingga material berupa tanah dan bebatuan terkikis secara perlahan. Diduga karena kikisan perlahan tersebut, akhirnya tanah penopang yang berada di bawah rumah berlantai dua tersebut tidak dapat lagi menampung berat bangunan.
Akhirnya, tembok bangunan rumah yang mengarah ke sungai pun ambruk, melimpahkan material bangunan dan beberapa isi rumah termasuk perabot dan peralatan elektronik. Warga yang menonton proses robohnya tembok tersebut histeris menyaksikan kejadian tersebut.
Setelah diperkirakan cukup aman, warga sekitar yang berada di lokasi terpantau berinisiatif melakukan evakuasi barang-barang dan perabot yang berjatuhan dan berada di Sungai Metro.
Belum ada keterangan resmi tentang berapa besar kerugian yang ditanggung oleh pemilik rumah tersebut, namun diperkirakan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka karena jika mengacu pada video yang diunggah oleh akun BPBD Kota Malang tersebut tidak terlihat ada satu pun orang yang tertimpa oleh reruntuhan.
Sebelumnya potensi adanya longsor susulan sebenarnya telah diutarakan oleh pihak yang berwenang terkait pada kejadian tanggal 2 Januari lalu. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Das Brantas juga selalu mengingatkan agar warga tidak membangun permukiman yang terlalu dekat dengan aliran sungai.
“Warga lebih berhati-hati dan waspada karena pemukiman yang berada di sepanjang bibir sungai memiliki risiko dan rawan longsor, BBWS tidak menyarankan ada bangunan, dengan jarak 10–15 meter dari bibir sungai,” ujar Bhabinkamtibmas Kelurahan Kasin, Aiptu Danang Kristiono menanggapi longsor pada tanggal 2 Januari lalu.








