Masuki Musim Penghujan, Alat Berat untuk Normalisasi Saluran Irigasi di Kabupaten Malang Mulai Digerakkan

Kadis PUSDA Kabupaten Malang, Farid Habibah saat ditemui awakmedia (Blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)
Kadis PUSDA Kabupaten Malang, Farid Habibah saat ditemui awakmedia (Blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Musim penghujan mulai terjadi di sebagian besar wilayah Kabupaten Malang. Mengantisipasi bencana yang kerap terjadi setiap tahunnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mulai lakukan sejumlah antisipasi.

Salah satunya yakni persiapan alat berat guna melakukan normalisasi sungai. Hal tersebut dilakukan oleh Dinas Pemerjaan Umum Sumber Daya Air (PUSDA) Kabupaten Malang.

Kepala PUSDA Kabupaten Malang, Farid Habibah mengatakan, pihaknya mulai mengantisipasi bencana banjir dengan melakukan normalisasi atau pengerukan sedimen di area saluran irigasi dan sungai.

“Dari kami (PUSDA) mempersiapkan alat berat lengkap untuk melakukan normalisasi atau pengerukan sedimen di area saluran irigasi, waduk, dan embung. Termasuk melakukan pembersihan sampah,” ujar Farid Habibah kepada awakmedia, Kamis (30/11/2023).

Habibah sapaan akrabnya mengatakan, pengerukan sedimen atau normalisasi sungai untuk antisipasi banjir di Kabupaten Malang tersebut rutin dilakukan secara manual dengan giat bernama Susuk Wangan.

“Normalisasi rutin dilaksanakan bersama petugas juru, perkarya, hippa dan petani, didampingi dengan mekanis juga, menggunakan alat berat,” tambahnya.

Beberapa wilayah yang menjadi perhatian yakni wilayah rawan diantaranya, Malang Selatan dan Malang Barat. Seperti, Kecamatan Singosari, Tumpang, Ngajum, Kepanjen, Turen, Gondanglegi, dan Ngantang.

“Sekarang ini juga stok menghadapi tersebut sudah dipersiapkan, dan normalisasi terus dilakukan secara rutin di masing-masing wilayah tujuh UPT PU SDA ditunjang dengan pergerakan alat berat,” bebernya.

Tak hanya melakukan normalisasi saluran irigasi, pihaknya juga menyiapkan sejumlah bronjong untuk mengantisipasi adanya tanah longsor akibat curah hujan deras.

“Daerah Malang selatan serta Malang barat sudah juga kita kirim Bronjong untuk menahan longsor. Bahkan Singosari dan lain lain sudah terlaksana penanganan dampak banjir dan longsor,” tegasnya.

Sementara itu, saat disinggung terkait normalisasi sungai, Habibah mengatakan, sungai merupakan ranah dari Balai Besar Wilayah Sungai Brantas (BBWS).

“Kalau di wilayah sungai, normalisasi dilakukan oleh pihak Balai Besar Wilayah Sungai Brantas yang memiliki kewenangan tersebut,” pungkasnya. (ptu/bob)