Kota Malang, blok-a.com – Hujan disertai angin kencang berakibat pohon kecrutan dengan tinggi 16 meter tumbang di depan SD Kristen Aletheia Jalan Ir H Juanda Kelurahan Jodipan Kecamatan Blimbing Kota Malang, Rabu (24/1/2024) siang.
Pohon kecrutan yang tumbang ini melintang di Jalan Juanda Kota Malang. Dampaknya arus lalu lintas mengarah ke Kampung Warna-Warni Jodipan sempat ditutup sementara oleh petugas Dishub Kota Malang.
Serta berdampak arus lalin sepanjang embong Brantas baik yang mengarah ke rampal maupun ke mengarah ke Mergosono mengalami kepadatan (kemacetan) cukup panjang.
Ketua LMPK Jodipan, Muchammad Rosidi mengatakan peristiwa pohon kecrutan tumbang berawal saat hujan yang tidak lebat namun disertai angin kencang sskitar pukul 14.15 Wib, Rabu (24/1/2024) siang.
“Saat itu kondisi di jalan Juanda dekat kampung warna warni atau areal bedak bedak rombengan Juanda dalam kondisi sepi. Tiba tiba pohon kecrutan berukuran besar tumbang melintang kejalan hingga menutuonya,” ujar Rosidi kepada awak media, Selasa ( 24/1/2024 ) .
Diungkapkan Rosidi, pohon yang berdiameter 60 cm ini tumbang akibat akar pohon sudah lapuk.
“Jadi saat angin kencang menerjang kawasan ini membuat pohon ini tumbang hingga menimpa 2 motor warga yang sedang terparkir dan mengakibatkan 8 kios bedak rombengan rusak parah. Namun tidak memakan korban jiwa, ” bebernya.
Mengetahui pohon ini tumbang, 15 kemudian dilaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang maupun BPBD Kota Malang untuk segera ditindak lanjuti.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno mengatakan jika pohon yang tumbang terjadi akibat angin kencang. Selain itu, kondisi pohon yang rapuh menjadi faktor pohon itu tumbang.
“Tidak ada korban dalam kejadian itu yang menimpa dua motor yang ditinggal parkir pemiliknya dan 8 kios bedak rombengan,” terang Kalaksa BPBD Kota Malang, Prayitno Rabu (24/1/2024).
Dari kejadian itu, juga menyebabkan penutupan ruas jalan dan berdampak terhambatnya arus lalu lintas untuk sementara waktu.
“Mendapati laporan tersebut, Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kota Malang meneruskan informasi agar segera ditindaklanjuti oleh Tim Kaji Cepat dan Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang. Sehingga evakuasi pohon seluruhnya selesai pada pukul 17.20,” imbuhnya.
Prayitno menambahkan, berbagai upaya penanganan dan rekomendasi dilakukan untuk mengurangi dampak kejadian ini. Rekomendasi termasuk pemangkasan berkala pada pohon dan pemantauan terhadap pohon yang rawan tumbang.
“Pusdalops PB juga mengimbau kepada warga agar senantiasa waspada terhadap potensi bencana di sekitar lingkungan tempat tinggalnya,” tuturnya.
Hingga saat ini, menurutnya proses perhitungan kerugian masih dalam tahap pengumpulan data. Pihaknya juga mengatakan bahwa evaluasi dan langkah pemulihan masih terus dilakukan. (ags/bob)








