Rekam Sambil Perkosa Anak di Bawah Umur, Petani di Dampit Malang Terancam Penjara 15 Tahun

Polisi berhasil menangkap seorang petani asal Kecamatan Dampit Kabupaten Malang yang tega melakukan aksi pemerkosaan terhadap anak tetangganya yang masih berusia 14 Tahun.
Ilustrasi (Shutterstock)

 

Kabupaten Malang, blok-a.com – Polisi berhasil menangkap seorang petani asal Kecamatan Dampit Kabupaten Malang yang tega melakukan aksi pemerkosaan terhadap anak tetangganya yang masih berusia 14 Tahun.

Petani yang melakukan pemerkosaan anak di bawah umur itu diketahui bernama Paiman (49) warga Dusun Bumirejo Desa Bumirejo Kecamatan Dampit Kabupaten Malang.

“Pelaku melakukan tindakan persetubuhan terhadap anak, korban yang berinisial SK (14). dan sudah berjalan 1 tahun dalam melakukan aksi bejatnya hingga terungkap,” kata Kasatreskrim Polres Malang , AKP Gandha Syah Hidayat saat dikonfirmasi blok-a.com, Jumat (8/12/2023).

Diungkapkan Gandha, pelaku ini melakukan aksi pemerkosaan kepada anak tetangganya di dalam rumah korban dengan cara mencongkel jendela. Setelah berhasil masuk ke rumah korban, pelaku langsung ke kamar korban, dan melakukan pemerkosaan.

“Pelaku masuk ke rumah korban, dengan mencongkel jendela. Kemudian memperkosa korban,” ujar Gandha.

Tak hanya memperkosa, lanjut Gandha, pelaku juga merekam aksi bejatnya itu. Video itulah yang kemudian digunakan tersangka untuk mengancam korban agar mau melayani nafsu bejatnya berkali-kali.

Dengan berbekal video rekaman itulah, lanjut Gandha, kemudian digunakan oleh pelaku untuk mengancam korban agar mau melayani nafsu bejatnya. Video-video tersebut, kata dia, masih tersimpan di handphone milik pelaku.

Perbuatan bejat Paiman akhirnya terbongkar setelah korban tidak sanggup dengan apa yang dialaminya. Ia kemudian bercerita kepada orang tuanya bahwa telah perkosa berkali-kali oleh Paiman.

“Kejadian ini kemudian dilaporkan kepada Polsek Dampit. Kemudian dilimpahkan pada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang,” tutur Gandha.

Berangkat dari laporan korban, tak lama Paiman akhirnya diamankan Satreskrim Polres Malang. Dalam proses interogasi, tersangka mengakui seluruh perbuatannya.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 81 juncto Pasal 76D subsider Pasal 81 juncto Pasal 76E Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara

“Dari hasil penangkapan, kita juga berhasil mengamankan barang bukti berupa pakaian korban, dan handphone pelaku. Termasuk video berdurasi 30 detik saat tersangka memperkosa korban,” ungkapnya.

Sementara, untuk korban, Gandha menyampaikan bahwa saat ini sudah dalam penanganan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Malangm Korban mengalami trauma karena kasus pemerkosaan yang dialaminya tersebut.

“Saat ini korban sudah ditangani DP3A Kabupaten Malang untuk penyembuhan psikologisnya. Korban menjalani trauma healing,” pungkasnya .