Kota Malang, blok-a.com – Suasana panas mengiringi sidang kedua gugatan warga Griya Shanta terkait rencana pembongkaran tembok di Pengadilan Negeri (PN) Malang, Selasa (18/11/2025). Di luar gedung, aksi unjuk rasa Aliansi Pro Publik pada Selasa (25/11/2025) sekitar pukul 10.00 berubah tegang setelah massa dan sejumlah pemuda terlibat saling dorong.
Dari pantauan blok-a.com, sekitar 3 hingga 5 pemuda dikerubungi massa aksi setelah diduga memancing keributan. Gesekan terjadi hingga terdengar teriakan keras dari orator Aliansi yang memperingatkan para pemuda tersebut. “Oi jangan provokasi. Mahasiswa apa kamu?,” teriak salah satu orator Aliansi saat terjadi gesekan itu.
Polisi yang berjaga langsung melerai agar bentrokan tidak meluas. Beberapa petugas menahan massa yang mencoba mengejar para pemuda tersebut. Situasi sempat membuat arus lalu lintas tersendat karena peserta aksi meluber hingga ke badan jalan ketika suasana memanas. Para pemuda itu akhirnya dipaksa menjauh dari area PN Malang.
Koordinator Umum Aliansi Pro Publik, Fauzi, membenarkan bahwa aksi sempat tidak kondusif akibat provokasi. “Tadi memang ada upaya untuk memprovokasi massa agar mereka terpacu dan terlecut emosinya dan massa aksi menjadi kacau balau,” kata dia dikonfirmasi, Selasa (25/11/2025).
Fauzi menuturkan awalnya para pemuda tersebut sudah sempat ditangkap massa dan berdamai, namun setelah itu mereka kembali memprovokasi. “Kalau tadi pertikaian intensitasnya agak tinggi ya terjadi kejar-kejaran karena memang yang memprovokasi ini kendati sudah ditangkap oleh massa tapi tetap melakukan provokasi,” ujarnya.
Provokasi yang dimaksud, kata Fauzi, berupa ajakan berkelahi lewat gesture. Ia juga memastikan mereka bukan bagian dari Aliansi Pro Publik. “Itu kan memang bukan dari massa kita, itu dari massa pihak yang kontra ke kita yang memang diutus,” tuturnya.
Aliansi Pro Publik menegaskan dukungan penuh terhadap pembongkaran tembok Griya Shanta untuk jalan tembus karena dianggap membantu perekonomian warga sekitar Jalan Pisang Candi sekaligus mengurai kemacetan. “Intinya seperti itu mas,” tutupnya.
Setelah aksi di depan PN Malang, massa Aliansi Pro Publik berpindah menuju depan Balai Kota Malang.








