Bupati Malang Sebut Temuan Bawaslu RI Terkait ASN Tidak Netral di Pemilu 2019 Benar: Satu Dua Orang Saja

Bupati Kabupaten Malang, Drs HM Sanusi MM (foto: Instagram/@prokopimkabmalang)
Bupati Kabupaten Malang, Drs HM Sanusi MM (foto: Instagram/@prokopimkabmalang)

 

Kabupaten Malang, Blok-a.com – Menanggapi temuan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tak berlaku netral di Pemilihan sebelumnya, Bupati Malang, Sanusi harapkan kejadian serupa tak terulang di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.

Terkait temuan yang disampaikan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia (RI), bahwa Kabupaten Malang masuk dalam kelas menengah atas dalam kategori rawan tidak netral dan politik uang, Sanusi tidak membatah temuan tersebut.

Dia membenarkan bahwa temuan itu mengarah ke satu hingga dua orang ASN di Kabupaten Malang saja yang ditemui tidak netral di Pemilu sebelumnya.

“Dari semua ASN yang ada sudah kita imbau. Dan tidak semua ASN, hanya sebagian saja yang memang salah. Kemarin sempat di proses, ada satu dua orang saja,” ujar Sanusi saat dikonfirmasi, Senin (30/10/2023).

Orang nomor satu di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu berharap, setelah dilakukan imbauan, ASN Kabupaten Malang dapat bersikap netral sesuai dengan aturan yang ada.

“Aparatur Sipil Negara harus tetap netral di Pemilu itu,” ucapnya.

Jika ditemukan pelanggaran serupa yang dilakukan ASN, kata Sanusi, pihaknya tidak segan-segan melakukan tindak tegas terhadap yang bersangkutan.

“Sanksi tetap sesuai aturan yang ada,” singkatnya.

Disinggung terkait politik uang yang marak terjadi di Kabupaten Malang, ia mengatakan, dirinya sebagai Bupati tidak memiliki hak untuk melaksanakan pengawasan maupun tindakan.

Namun, terkait dengan itu, ia berharap Bawaslu Kabupaten Malang dapat melaksanakan tugasnya sebagai Badan Pengawas.

“Nah (pengawaan) itu sudah ada yang melaksanakan, tentunya Bawaslu yang sebagai pengawas pelanggaran Pemilu. Kalau di Pemkab kan tidak bisa masuk ke ranah itu,” pungkasnya. (ptu/bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?