Diduga Lakukan Money Politic saat Masa Tenang, Wanita di Gondanglegi Malang Diamankan Bawaslu Pasca Bagi-Bagi Uang

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Bawaslu Kabupaten Malang, Muhammad Hazairin saat ditemui di ruang kerjanya (blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Bawaslu Kabupaten Malang, Muhammad Hazairin saat ditemui di ruang kerjanya (blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)

 

Kabupaten Malang, blok-a.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) amankan wanita yang diduga bagi-bagikan uang money politic di wilayah Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang saat masa tenang.

Sebelumnya, cuplikan video yang berisikan narasi seorang wanita diduga melakukan money politic membagi-bagi uang ke masyarakat di Kabupaten Malang, viral di media sosial. Video tersebut diunggah oleh akun TikTok @nadyaalam98, pada Senin 12 Februari 2024.

Dalam narasinya, video tersebut menerangkan bahwa pelaku politik uang dari paslon nomor urut.03 Ganjar-Mahfud.

“Pada hari Minggu tanggal 11 Februari 2024 Panwascam Kecamatan Gondanglegi dan Bawaslu Kabupaten Malang mengamankan perempuan berisial P karena kedapatan membagikan uang pecahan Rp 50.000 kepada warga Desa Putat Kidul dan Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang,” ujar suara narasi dalam video tersebut.

Video tersebut dibenarkan oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Bawaslu Kabupaten Malang, Muhammad Hazairin.

Ia mengku, Bawaslu mendapatkan laporan tersebut dari Kepala Desa setempat, laporan tersebut juga disampaikan kepada Polres Malang.

“Jadi intinya ada kegiatan yang mana yang bersangkutan membangi-bagikan uang untuk salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden,” ungkap Hazairin, saat ditemui awakmedia, Senin (12/2/2024).

Atas laporan tersebut, Bawaslu kemudian melakukan pemanggilan terhadap wanita yang berinisial P warga Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Kendati demikian, berdasarkan klarifikasi pelaku tidak mengakui adanya politik uang. Ia mengatakan bahwa, uang tersebut biasa dibagikan kepada orang-orang kurang mampu.

“Tapi berdasarkan klarifikasi juga dia mengatakan bahwa uang tersebut memang biasa dia gunakan untuk sumbangan di hari Jumat Legi dari komunitasnya kepada orang yang membutuhkan di wilayah tempat tinggalnya,” jelas Hazairin.

Di sisi lain, pelaku juga mengaku bahwa saat memberikan uang kepada 10 warga setempat juga menyampaikan untuk memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden tertentu.

“Dari hasil klarifikasi memang menyampaikan untuk pilih pasangan calon. Namun masih kita telusuri lagi seperti apa hasilnya, nanti kita akan ditangani tujuh hari kerja, kita plenokan,” jelasnya.

Selanjutnya, Bawaslu akan menggelar rapat pleno untuk menentukan kasus dugaan politik uang ini apakah bisa dilanjutkan ke ranah Pidana Pemilu untuk diserahkan ke Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kabupaten Malang ataupun tidak.

“Langkah selanjutnya pleno, apakah akan memenuhi pelanggaran. Jika memenuhi akan dilanjutkan  ke Gakkumdu,” terangnya.

Sementara itu, jika terbukti bersalah maka pelaku akan dikenakan pasal terkait dengan Pidana Pemilu. Kendati demikian, Hazairin mengatakan, pengenaan pasal tersebut masih akan dilakukan pengajuan kembali.

“Gakkumdu pasti kalau pidana pemilu. Tapi akan dikaji lagi karena pengenaan ini masa tenang kena pelaksana atau peserta belum setiap orang,” pungkasnya. (ptu/bob)