Kota Malang, blok-a.com – Kuntari Andri Mawarni Harsono hanya perempuan biasa dengan kebaikan. Kini dia ingin lebih meluaskan kebaikan dan mengkoordinir kebaikannya ke masyarakat lebih luas dengan duduk di DPRD Provinsi Jatim.
Wanita kelahiran 1977 asal Kecamatan Wagir Kabupaten Malang itu kini menjadi Caleg dari Partai Kebangkitan Nusantara (PKN).
Caleg PKN DPRD Jatim Dapil Malang Raya ini sejak dulu memang terkenal akan kebaikan tanpa pamrihnya. Dia punya banyak anak asuh cukup banyak. Anak asuhnya ini berasal dari anak yatim atau piatu atau orang tuanya kekurangan biaya untuk menyekolahkannya.
“Saya dibantu ibu memang untuk mendapat anak asuh ini. Biasanya mereka minta tolong dimana saja, terus hati saya terketuk untuk membantu mereka dengan membiayai mereka sekolah atau kebutuhan makan setidaknya,” ujarnya.
Anak asuhnya itu berasal tidak hanya dari Malang atau Pulau Jawa saja. Ada yang dari Sumatera hingga Kalimantan.
Biasanya, anak asuhnya itu per bulan atau sewaktu-waktu dikirimi uang oleh wanita yang disebut Ari ini melalui ibunya Dwi Nurhayati.
Caleg PKN DPRD Jatim ini menceritakan, dia ingin membantu anak-anak itu karena murni ketulusan hatinya. Dia mendapat ajaran dari ibunya selagi mempunyai uang berlebih untuk membantu sesama. Bahwasannya rejeki yang ia dapat sebenarnya adalah hak dari orang lain. Kepercayaan itu yang ia pegang.
“Semua itu dari ibu saya makannya saya selama saya bisa membantu akan saya bantu sebisa saya,” kata dia.
Sayangnya, bantuan Kuntari itu tidak terstruktur dan teroganisir. Selama ini, hanya ibunya yang mengatur untuk mengirim bantuan ke anak asuhnya.
“Kami enggak ada yayasan. Kami ya hadir saja ngalir saja, siapa yang datang kami bantu. Tanpa kami minta pembiayaan kemana-mana,” kata dia.
Sementara itu, sumber dana yang ia dapat sendiri karena bekerja sejak 2005 sebagai arsitek di sebuah anak perusahaan Gudang Garam. Dia pergi ke Jambi dan di sana dia mulai bekerja arsitek di lahan perkebunan.
“Awalnya saya di lapangan di kebun dan lalu dua tahun kemudian saya dijajaran manajemen,” ujarnya.
Setelah beberapa tahun atau tepatnya pada tahun 2014, wanita lulusan ITN Malang itu pindah ke Banjarmasin hingga 2017 geser ke Jakarta dan resign tahun 2019.
“Maka dari itu, anak asuh saya ini ada dimana-mana karena kerja saya memang keliling. Dimanapun sayan berkeiling ada yang minta bantuan saya bantu. Pokoknya hati tergerak saya akan memberi bantuan syaratnya itu saja,” bebernya.
Caleg DPRD Provinsi asal Wagir ini pun kini ingin lebih bermanfaat lebih luas bagi masyarakat dan terstruktur. Caranya adalah dengan menjadi Caleg DPRD Jatim dari PKN, partai pimpinan Anas Urbaningrum.
“Saya yakin dengan politik, pasti manfaatnya lebih luas. Saya tahu politik itu seperti apa dan di dalamnya bagaimana. Tapi kalau diisi hanya oleh orang buruk saja dan kita-kita ini gak mau terjun. Ya nanti akan lebih buruk. Maka dari itu saya masuk untuk kebaikan,” kata dia.
Caleg asli Wagir pun sudah mempersiapkan apa yang akan diperjuangkan saat terpilih jadi anggota DPRD Provinsi Jatim itu.
Pertama dia ingin membantu kebersihan lingkungan di wilayah Jawa Timur atau membereskan masalah sampah.
Caranya sendiri adalah dengan tidak membangun infrastrukturnya. Cucu dari eks pemilik perusahaan rokok legend di daerah Wagir ini lebih ingin memperbaiki lingkungan melalui manusianya atau SDM.
Dia ingin mendisiplinkan membuang sampah sejak anak-anak Sekolah Dasar (SD).
“Ya mungkin memberikan edukasi. Sasarannya anak-anak yang masih SD. Itu harus tanamkan untuk disiplin ya membuang sampah. Pengelolaan sampah itu dilakukan anak SD juga nanti programnya bekerjasama dengan Pemda di Jatim. Kalau saya duduk di sana kan lebih mudah,” kata dia.
Adapun alasannya dia menyasar masalah lingkungan dengan melibatkan anak SD. Menurut Caleg DPRD Jatim Dapil Malang Raya karakter anak SD itu mudah dibentuk dan akan bertahan hingga dewasa.
“Mudah dibentuk dan ini bukan kerja sehari atau dua hari. Program ini nantinya bermanfaat pada bertahun-tahun mendatang untuk menjaga bumi kita,” jelasnya.
Selain itu, Ari juga resah akan hadirnya sejumlah bahan pokok yang diimpor dari luar negeri. Padahal, kekayaan alam Indonesia ini banyak.
Keresahannya ini pun bakal dituangkan dengan kampanye swasembada pangan bagi masyarakat Jawa Timur nantinya jika terpilih.
Dia punya gagasan kebutuhan bahan pokok setidaknya sayur mayur bisa diperoleh sendiri di rumah-rumah.
“Jadi tidak perlu membeli di pasar yang harganya mahal. Dan yang membuat resah itu bahan pokok malah diimpor dari luar negeri. Makannya saya ingin swasembada pangan. Atau mandiri pangan sendiri,” kata dia.
Hal ini pun sudah ia buktikan di tanah kelahirannya di Wagir. Dia punya lahan 3000 meter persegi.
Dilahan itu, siapapun boleh menanam apapun seperti tomat atau sayur-mayur lainnya. Hasilnya, warga pun bisa memetik sendiri dan dikonsumsi sendiri, tanpa membayar.
“Itu sudah kami lakukan. Siapapun yang mengelola dipersilahkan tanpa disewakan. Sampai sekarang sudah berjalan,” tuturnya.
Hal itu pun ingin ia kembangkan dengan gerakan serentak di Jawa Timur. Dia akan perjuangkan, swasembada pangan itu jika menang dalam Pileg 2024 untuk DPRD Jatim.
“Saya yakin Indonesia ini kaya. Apapun bisa langsung ditanami. Maka dari itu kami ingin perjuangkan ini. Agar tidak lagi impor,” tutupnya. (bob)








