Queen’s Cup 2025 Digelar, MTL Kenalkan Atmosfer Kompetisi kepada Pemula

Queen’s Cup 2025 digelar MTL untuk petenis pemula di Malang, Minggu (7/12/2025) (blok-a/Bob Bimantara Leander)
Queen’s Cup 2025 digelar MTL untuk petenis pemula di Malang, Minggu (7/12/2025) (blok-a/Bob Bimantara Leander)

Malang, blok-a.com – Malang Tenis Lesson (MTL) menggelar turnamen internal bertajuk Queen’s Cup 2025 di Lapangan Tenis Universitas Negeri Malang (UM), Minggu (7/12/2025). Ajang ini menjadi bentuk apresiasi kepada para murid MTL yang telah setia mengikuti program latihan sejak klub ini berdiri pada 2022.

Founder MTL, Yaumil Khairiyah, mengatakan bahwa Queen’s Cup bukan sekadar pertandingan, tetapi wadah bagi peserta untuk merasakan atmosfer kompetisi sesungguhnya. Banyak dari mereka yang mengaku baru pertama kali turun di turnamen tenis.

“Banyak murid kami bilang, ‘Coach ini baru pertama saya merasakan vibes pertandingan.’ Dari situ kami ingin memberikan pengalaman kompetitif, sekaligus membentuk mental juara kepada peserta,” ungkap Yaumil.

MTL telah menyiapkan turnamen ini secara maksimal. Sebelum bertanding, seluruh peserta menjalani training camp selama sepekan dengan pendampingan pelatih. Selama masa persiapan, peserta dilatih dengan suasana latihan ala atlet sungguhan—terstruktur, intens, dan berbasis target.

Queen’s Cup tahun ini diikuti 30 peserta. Jumlah tersebut sengaja dibatasi karena event bersifat internal dan hanya digelar dalam satu hari. Peserta berasal dari beragam latar belakang, mulai dari ibu rumah tangga, dokter, akademisi, pengusaha hingga mahasiswa.

“Peserta kami hampir menyentuh semua kalangan. Tenis sekarang semakin diminati dan kami ingin menjangkau orang-orang yang tidak punya akses belajar tenis ataupun dukungan keluarga,” kata Yaumil.

MTL selama ini dikenal sebagai klub tenis yang fokus pada rekreasional. Klub ini menjadi rumah bagi orang yang ingin belajar tenis dari nol, baik anak-anak hingga orang dewasa. Sejak berdiri tahun 2022, MTL telah melatih ribuan orang dan kini memiliki lebih dari seratus anggota aktif.

Meski bersifat rekreasional, MTL membangun sistem pelatihan yang serius dan berkelanjutan. Queen’s Cup pun hadir sebagai pemicu pembentukan mental atlet, terutama bagi peserta yang belum pernah bertanding.

“Tujuan utama kami adalah menarik lebih banyak orang untuk mencoba tenis sekaligus membentuk mental juara bagi para peserta,” ujarnya.

Dalam Queen’s Cup 2025, para juara mendapatkan medali, uang tunai, serta merchandise dari sponsor pendukung.

Tahun sebelumnya, event internal serupa juga digelar, namun belum menggunakan nama Queen’s Cup karena pesertanya campuran laki-laki dan perempuan. Tahun ini Queen’s Cup secara khusus diperuntukkan bagi peserta perempuan, dan MTL memastikan turnamen ini akan kembali digelar tahun depan.

Sepuluh tahun merantau di Malang, Yaumil yang berasal dari Makassar membangun MTL pada 2022. Sebelumnya ia kuliah di Malang pada tahun 2016.

Setelah kukiah, ia tidak pulang dan membangun MTL hingga akhirnya menjadi salah satu wadah tenis rekreasional ternama di Malang.

“Saya 10 tahun tinggal di Malang. Dulu kuliah tahun 2016 tapi tidak pulang dan memutuskan tinggal di Malang untuk membangun MTL,” tutup mantan atlet tenis ini. (bob)