Kabupaten Malang, blok-a.com – Salah satu pasien penderita katarak, Jumi (63) warga Dusun Selobekiti, Desa Plandi, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang ikut operasi gratis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Kamis (23/11/2023).
Wanita paruh baya yang berkerja sebagai buruh tani itu mengaku penglihatannya mulai terganggu sejak kurang lebih dua tahun terakhir.
Ia pun merasa kesusahan dalam bekerja di ladang, sebab penglihatannya kian kabur. Terlebih saat dirinya berada di bawah terik sinar matahari.
“Kerja ya susah soalnya di sawah, lihat orang aja gak begitu jelas. Meskipun sudah pakai kacamata kayak gak ada fungsinya,” ujar Jumi saat ditemui Blok-a.com seusai melakukan oprasi katarak, Kamis (23/11/2023).
Awal mula megetahui dirinya mengidap katarak, kala itu Jumi tengah memeriksakan matanya ke optik. Berniat membeli kacamata baca, namun gagal. Ia disarankan oleh petugas untuk memeriksakan mata ke poli mata, akibat katarak yang diderita.
“Waktu itu ya mau beli kacamata baca, tapi sama optik disarankan periksa mata soalnya katarak. Katanya, kalau sudah katarak tetap gak bisa kalau pakai kacamata, solusinya cuma oprasi,” jelasnya.
Sempat dibiarkan selama satu tahun lamanya, akibat terkendala ekonomi. Ia pun juga sempat dibawa ke RSUD Jombang oleh anak kadungnya. Berniat oprasi tapi gagal juga, lagi-lagi karena terkendala biaya.
“Saya kira cuma sejuta dua juta, ternyata Rp10 juta. Uang mana yang saya pakai, akhirnya saya biarkan saja, ya sampai sekarang ini dapat oprasi gratis, alhamdulillah,” ungkapnya.
Jumi mendapat kesempatan oprasi gratis setelah rutin kontrol ke salah satu bidan desa, ia kemudian didaftarkan melalui puskesmas setempat dan diajukan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang.
Ia berharap, dengan program operasi katarak yang diluncurkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) di RSUD Kanjuruhan dapat kembali bekerja dan beraktivitas dengan lancar.
“Alhamdulillah, saya bisa oprasi tanpa mengeluarkan biaya. Saya masih pengen bekerja, bertemu teman-teman ngaji rutinan bareng. Semoga setelah ini mata saya sehat dan kembali bisa melihat normal,” tuturnya.
Terpisah, Plt. Direktur RSUD Kanjuruhan Bobi Prabowo mengatakan, antusiasme masyarakat Kabupaten Malang cukup tinggi untuk sembuh dari penyakit katarak.
Dirincikan, ada sekitar 400 peserta yang melalukan pendaftaran dalam program oprasi katarak di Kabupaten Malang kali ini. Pelaksanaan oprasi tersebut, nantinya akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan jadwal masing-masing pasien.
“Total 400 lebih total, 157 yang dioperasi hari ini. Jadi nanti ini separuhnya, kemudian akan disisir sampai habis,“ ujar Bobi saat ditemui usai mendampingi Mensos, Kamis (23/11/2023).
Bobi juga menghimbau, kepada seluruh masyarakat Kabupaten Malang agar sadar akan pentingnya kesehatan mata, terutama katarak. Terlebih bagi kesehatan mata kedua orang tuanya yang berpotensi besar mengalami gangguan mata.
“Bagi masyarakat yang melihat orang tuanya katarak sinelis turunan, misalkan kalau ada keluarga terlibat kabur flater bayangan semakin lama mengganggu, tolong segera ke puskesmas terdekat, bisa langsung menggunakan BPJS. Seumpama tidak ada BPJS, segera didaftarkan ke Dinkes. Kalau perlu kita adakan seperti ini lagi kedepannya,” pungkasnya. (ptu/bob)








