Pj Wali Kota Kebut Pengelolaan Sampah 100 Persen di Kota Malang, Ingin Contoh Bali

Pj Wali Kota Kebut Pengelolaan Sampah 100 Persen di Kota Malang, Ingin Contoh Bali
Pj Wali Kota Kebut Pengelolaan Sampah 100 Persen di Kota Malang, Ingin Contoh Bali

 

Kota Malang, blok-a.com – Permasalahan pengelolaan sampah adalah salah satu tugas terbesar yang dihadapi oleh Kota Malang. Apalagi, setiap tahun kota ini terus berkembang baik secara populasi, teknologi, dan ekonomi sehingga sampah yang dihasilkan pun turut bertambah.

Oleh karena itu, Pemkot Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup menggandeng berbagai elemen masyarakat untuk mendeklarasikan aksi kolaborasi “Kuthone Resik, Rejekine Apik”. Deklarasi tersebut dilaksanakan di Ruang Pinus Hotel Savana pada Jumat (15/12/2023).

“Harus kita kolaborasi bersama, dalam rangka penyelesaian terkait dengan sampah. Tidak menuntup kemungkinan dengan perkembangan kota yang ada, tentu ini akan sangat signifikan,” terang Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dalam acara tersebut.

“Ini merupakan permasalahan kita bersama. Untuk penyelesaiannya tidak mungkin hanya ditangani pemerintah, tapi perlu ada kolaborasi. Ini bentuk komitmen dari Dinas Lingkungan Hidup untuk bisa menjalankan tugas pokok yang salah satu fungsinya dalam rangka penanganan sampah,” tuturnya.

Wahyu menerangkan, pada momen kunjungan Presiden Joko Widodo ke Kota Malang sehari sebelumnya mereka berdiskusi banyak perihal penanganan sampah. Salah satu hal yang dibahas adalah system pengelolaan sampah di Bali yang berhasil mengelola sampah hingga 100 persen.

“Perbedaannya, kalau di sini memang tidak semua terolah dengan baik, masih ada sisa 1,86% tapi di Bali sudah tuntas tidak ada sisa. Harapannya nanti timbunan sampah yang menjadi sisa perlu kita kelola dengan baik agar tidak menjadi PR kita bersama,” ujarnya.

Wahyu mengatakan, timbunan sisa sampah yang tidak terolah itu lah yang menjadi masalah utama sampah di TPA Supit Urang. Walau hanya 1,86% namun lama kelamaan akan tambah menumpuk menjadi banyak.

“Tentu akan mempunyai dampak walaupun sudah kita antisipasi dan dampaknya itu kan memerlukan tenaga, sumber daya, biaya yang cukup besar. Nah apabila timbunan sisa ini dapat kita Kelola habis, tentu tidak akan menimbulkan permasalahan di kota itu sendiri,” tutur Wahyu.