Kota Malang, blok-a.com – Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang telah aktif dalam persiapan menghadapi lonjakan kasus COVID-19.
Hal ini dikarenakan mengingat adanya peningkatan kasus baru di Jawa Timur, khususnya Surabaya. Dalam dua pekan terakhir, tercatat dua kali lonjakan kasus di Jawa Timur, dengan total 1.449 kasus positif COVID-19 per 14 Desember 2023.
Kepala Instalasi Pelayanan Infeksi Terpadu (IPIT) RSSA Malang, Susanthy Djajalaksana, menjelaskan bahwa sarana dan prasarana mereka sudah siap untuk antisipasi lonjakan Covid-19.
Misalnya lantai satu dan tiga gedung IPIT RSSA Kota Malang nantinya akan difungsikan secara khusus untuk penanganan pasien COVID-19.
Lantai satu akan difungsikan sebagai bilik COVID-19, sementara untuk lantai tiga akan digunakan untuk ruang rawat pasien.
“Kami menyediakan 38 kamar di Ruang Melati, yang dikhususkan untuk pasien terinfeksi COVID-19,” terangnya pada hari Senin (18/12/2023). “Kami juga akan melakukan perluasan jika ada memang fluktuasi dan akselerasi dari pasien COVID, maka akan ditambahi di ruang Bougenville.”.
Instalasi khusus COVID-19 dengan fasilitas yang mencakup ruangan bertekanan negatif, aliran oksigen sentral, ruang foto thorax, ruang CT Scan dan USG, serta tempat swab. Selain itu, fasilitas lain seperti kamar mandi khusus pasien dan petugas COVID-19 juga telah disiapkan.
Instalasi tersebut juga telah dilengkapi oleh perlengkapan medis yang memadai untuk mengatasi gejala lanjutan pasien yang mengalami infeksi COVID-19. Sehingga pasien-pasien tersebut tidak perlu untuk dipindah ke gedung utama dan berbagi peralatan medis dengan pasien non-COVID.
Direktur RS Saiful Anwar, M Bachtiar Budianto, menjelaskan bahwa hingga 18 Desember 2023, belum ada laporan kasus positif COVID-19 dari Malang Raya yang masuk ke RS tersebut. Meskipun demikian, RS Saiful Anwar telah siap secara sistem dan SDM untuk mengatasi potensi kasus baru yang mungkin muncul.
“Ya mudah-mudahan tidak ada ya. Tetapi kami ingin memberikan informasi dan edukasi agar masyarakat bisa memahami dan tidak gelisah, tidak khawatir, tidak ketakutan,” ungkapnya.
Kemudian ia juga menekankan agar masyarakat tetap waspada dengan lonjakan penularan terkait libur panjang yang berpotensi mengakibatkan migrasi dan kerumunan. “Harapan kami masyarakat memahami sehingga tetap berupaya menggunakan protokol kesehatan di tempat-tempat umum,” ujarnya.








