Kota Malang, blok-a.com – Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Supit Urang memiliki potensi untuk menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang.
Kepala DLH Kota Malang, Noer Rahman Wijaya mengungkapkan sampah yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang di TPA Supit Urang dapat menghasilkan kompos.
Kompos yang diolah tersebut setiap bulannya masih dibagikan secara gratis. Totalnya rata-rata ada 30 ton pupuk kompos yang dibagikan secara gratis.
Namun saat ini, Noer Rahman menyebut bahwa pupuk kompos tersebut bakal dijual untuk memompa pendapatan Kota Malang. Saat ini untuk penjualan pupuk kompos itu tinggal menunggu legal formal atau Peraturan Daerah (Perda)-nya saja.
“Hampir semua pelaku usaha, pelaku kegiatan, hotel-hotel semua minta bantuan untuk kompos di DLH, itu free sifatnya. Karena kita masih belum ada secara legal formal atau Perda yang mengatur itu untuk bisa dijual,” terang Noer.
Pada tahun 2023, pupuk kompos juga didistribusikan ke 57 kelurahan di Kota Malang. Untuk tahun ini, DLH berharap ada regulasi terkait sistem penjualan komposz
“Di 2023 hampir semua kelurahan kita bagi. Hampir semua pelaku usaha, pelaku kegiatan, hotel-hotel semua minta bantuan untuk kompos di DLH,” tambahnya.
Dengan adanya wacana untuk penjualan kompos tersebut, hal ini dapat menjadi tambahan pendapatan bagi Pemkot Malang.
“Hasil pengelolaan persampahan kita sudah masuk dalam Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) yang sudah kita buat. Artinya, ini menjadi pendapatan lain-lain dari hasil pengelolaan sampah,” tambah Noer.
Hasil pengelolaan kompos tersebut dapat menjadi solusi bagi para petani di Kota Malang yang membutuhkan pupuk murah selanjutnya. Apalagi potensi ini sangat besar karena sampah yang diolah menjadi pupuk kompos memiliki produksi hingga 30 ton setiap bulannya.
“Rata-rata 30 ton (per bulan). Setiap hari produksi. Kan 26,4 persen itu sudah terolah sampah-sampah itu melalui sortir dan komposting yang ada di TPA sebelum masuk ke sanitary landfill,” terangnya.
Tak hanya itu, Noer menambahkan bahwa keunggulan pupuk kompos dari DLH Kota Malang ini adalah dapat digunakan untuk berbagai jenis tanaman setelah melalui pemeriksaan lab.
“Tentu ada spesifikasi teknis, kompos itu tepat guna apa tidak. Itu ada kajiannya. Ada kompos yang secara spektek peruntukannya untuk ini. Ada kompos yang peruntukannya khusus. Tapi saya dapat bocoran kemarin sudah pernah kita uji lab untuk komposnya, itu sih luar biasa. Bisa digunakan untuk aspek apapun,” ungkap Noer.








