Kerap Hujan dan Banjir, Warga Kota Malang Keluhkan Biaya Perbaikan Motor

Kerap Hujan dan Banjir, Warga Kota Malang Keluhkan Biaya Perbaikan Motor
Ilustrasi Banjir di Kelurahan Rampal Celaket Kota Malang (blok-a/bob)

 

Kota Malang, Blok-a.com – Memasuki bulan Februari, intensitas turunnya hujan semakin meningkat. Kerap terjadinya banjir akibat hujan kemudian membawa fenomena baru.

Salah seorang warga Gadang Kota Malang, Nanang, mengeluhkan soal banjir karena menghambat transportasi, juga memakan banyak biaya untuk perbaikan sepeda motor.

“Saya sering kena banjir di Pasar Gadang, lalu di Galunggung. Sebulan bisa service ke bengkel dua kali,” ujar pengguna motor bebek ini, pada (12/2/2024).

Untuk biaya perbaikan sepeda motor gegara kerap banjir di Kota Malang, Nanang harus mengeluarkan dari Rp 100 ribu hingga Rp 250 ribu sekali service. Pekerjaannya sebagai kurir mengharuskannya tetap menerjang hujan dan banjir agar bisa mengirimkan paket.

“Ya sebulan bisa Rp 200 ribu, bisa Rp 500 ribu, cuma buat motor. Kena di busi, kadang ganti oli karena kecampur sama air, kadang ya kelistrikan,” ujar lelaki 35 tahun ini.

Sebagai pengantar paket, Nanang hanya dibayar Rp 900 ribu sebagai gaji pokok, dan sisanya berdasarkan fee per paket.

Sementara itu, Patricia, seorang mahasiswa juga mengeluhkan hal serupa.

“Aku kuliah di UB kan kena banjir di Suhat, sebenernya mau-mau aja nepi. Tapi gimana mau nepi kan macet,” kata dia.

Gadis berusia 23 tahun ini kerap mengalami motor mati tiba-tiba. Hingga, sulit distarter atau dinyalakan. Terkait servis, Patricia harus mengorbankan uang jajan dari orang tua untuk service sepeda motor.

“Bisa sampe Rp 300 ribu ini, apalagi kemarin ganti aki juga kan soalnya soak,” kata dia.

Dalam satu bulan, uang bulanan yang diterima Patricia hanya Rp 1,8 juta saja. Hal itu untuk memenuhi kebutuhan kos dan biaya hidup. Sehingga, apabila terdapat perbaikan motor, maka budget Patricia untuk makan terpotong.

Untuk menghadapi hujan, biaya perbaikan motor menjadi hal penting bagi Yusril. Sebagai salah satu pegiat anak motor, Yusril menyadari soal kebutuhan servis motor pasca masa-masa banjir.

“Emang hobi juga ya, tapi kebutuhan motor itu penting,” kata dia.

Untuk mengatasi banjir, Yusril melakukan peninggian motor dengan mengganti tipe ban bagian belakang. Dan juga, dia melakukan pengecekan kabel kelistrikan motor selama 1 bulan sekali.

“Malang itu memang banjirnya cepat surut. Tapi kalau sudah banjir itu tinggi terus ya, ada arusnya, jadi mudah untuk masuk ke dalam motor. Yang bahaya kan kalau air sudah masuk ke knalpot itu, bisa merembet kemana-mana,” kata lelaki asli Pakisaji ini.

Dia berharap agar Pemerintah Kota Malang bisa memperhatikan lebih soal banjir di Kota Malang. Terlebih, di hari-hari sibuk atau weekday di saat orang bekerja.

“Lek aku kan ancene freelance yo, motor cuma hobi. Tapi bahkan freelance sing jarang metu omah ae kroso (tapi bahkan freelance yang jarang keluar rumah saja sudah terasa) perbaikan motor, apalagi yang sering di luar,” tegas Yusril. (wdy/bob)