Jelang Tahun Ajaran Baru, Pedagang Seragam di Kepanjen Malang Banjir Berkah

Menjelang tahun ajaran baru 2024/2025, pendagang seragam dan perlengkapan sekolah di Pasar Kepanjen, Kabupaten Malang
Penjualan seragam sekolah di Pasar Kepanjen meningkat tajam (blok-a.com/ Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Menjelang tahun ajaran baru 2024/2025, pedagang seragam dan perlengkapan sekolah di Pasar Kepanjen, Kabupaten Malang dibanjiri berkah.

Bagaimana tidak, penjualannya naik drastis mencapai dua kali lipat dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Dari pantauan Blok-a.com di lapangan, Pasar Kepanjen nampak ramai pembeli dibandingkan hari-hari biasa. Kebanyakan dari pengujung dari kalangan emak-emak serta anak-anak sekolah dasar.

Mereka terlihat berburu perlengkapan sekolah, mulai dari tas, sepatu, seragam, buku serta alat tulis lainnya.

Pemilik Toko Seragam Arif Jaya, Putri mengatakan, meningkatnya penjualan mulai terasa sejak sepekan yang lalu. Ia mengatakan, ada kenaikan mencapai 50 persen dibandingkan hari biasa.

“Ramai pembelinya sudah sejak minggu kemarin. Naiknya 50 persen, kalau gak musim ajaran baru seharo laku 12 biji itu sudah bagus. Kalau musim kenaikan (sekolah) sampai 20 hingga 25 baju yang terjual,” kata Putri kepada Blok-a.com, Senin (8/7/2024).

Ia menjual seluruh kebutuhan seragam sekolah, mulai dari tingkatan Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) di Malang. Selain itu juga menjual baju musim wanita.

“Yang paling banyak dicari baju SD, SMP dan SMA, terutama yang putih. Sedangkan baju TK hampir jarang karena biasanya kan dapat dari sekolah kalau TK,” tambahnya.

Harga seragam yang dijual juga cukup beragam, harga tersebut tentu disesuaikam dengan ukuran seragam. Maka, jika seragam tingkatan SMA maka jauh lebih mahal dibandingkan seragam SD.

“Harganya bermacam-macam, sesuai ukuran. Mulai dari Rp55 ribu, ada yang Rp75 ribu, Rp95 ribu hingga yang kualitasnya paling bagus sampao Rp115 ribu,” pungkasnya.

Kenaikan penjualan seragam tersebut dipresiksi akan hingga satu minggu musim masuk sekolah. Hal tersebut dikarenakan kebanyakan dari siswa masih banyak yang menggunakan seragam lama atau seragam asal sekolah sebelumnya.

“Baru nanti kalau sudah ospek itu mulai melandai lagi pembeliannya,” pungkasnya. (ptu)