Kabupaten Malang, blok-a.com – Tiga tahun sudah Tragedi Kanjuruhan berlalu, namun luka mendalam akibat peristiwa 1 Oktober 2022 yang merenggut lebih dari 135 nyawa itu tetap membekas. Arema FC memperingatinya dengan menggelar doa bersama dan khataman Al-Qur’an di Kandang Singa, kantor klub, sebagai bentuk penghormatan sekaligus refleksi.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa duka Kanjuruhan bukanlah sekadar catatan masa lalu, melainkan duka abadi yang akan selalu dikenang.
“Di hadapan keluarga korban dan seluruh elemen masyarakat, izinkan saya, mewakili Arema FC, untuk sekali lagi menyampaikan bahwa duka ini adalah duka abadi kita bersama,” ujarnya.
Yusrinal menekankan, mengenang tragedi saja tidak cukup. Tragedi Kanjuruhan harus menjadi titik balik untuk membangun masa depan sepak bola yang lebih manusiawi.
“Kami sadar, tidak ada yang bisa menggantikan kehilangan yang ada. Namun, komitmen kami adalah untuk terus membersamai keluarga korban, berjalan beriringan, mendengarkan, dan berupaya sekuat tenaga meringankan beban yang dipikul,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menyebut tragedi ini harus melahirkan tradisi baru dalam mendukung sepak bola. Dukungan suporter, kata dia, harus muncul dari niat tulus dan diwujudkan dengan cara yang bermartabat.
“Keamanan dan kehormatan di stadion adalah tanggung jawab kita bersama. Tragedi ini harus menjadi fondasi untuk membangun masa depan sepak bola yang lebih baik dan lebih manusiawi,” tambahnya.
Atas nama klub, Yusrinal kembali menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak, terutama keluarga korban, apabila langkah-langkah yang sudah ditempuh masih belum memenuhi harapan.
“Kami ingin menegaskan satu hal, kami tidak akan pernah berhenti. Kami akan tetap berkomitmen untuk selalu membersamai, dan kami akan bersungguh-sungguh menjalankan setiap komitmen yang telah kita susun bersama,” pungkasnya.
Peringatan tiga tahun Tragedi Kanjuruhan ini diharapkan menjadi momen penguat tekad agar tidak ada lagi air mata yang tumpah di stadion hanya karena sepak bola. Doa pun dipanjatkan agar para syuhada Kanjuruhan mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Sebagai informasi, manajemen Arema FC menyusun dua agenda utama dalam rangka peringatan tiga tahun tragedi ini:
1. Selasa, 30 September 2025 – Khataman Al-Qur’an bersama lima ustadz dari Yasuka Blimbing Malang di Kandang Singa, mulai pukul 13.00 WIB.
2. Rabu, 1 Oktober 2025 – Yasinan dan Tahlil bersama warga sekitar kantor Arema FC pada pukul 15.30 WIB.
Agenda tersebut juga diikuti jajaran karyawan, pelatih, serta staf Arema FC Football Academy sebagai pengingat bagi generasi muda tentang arti solidaritas dan penghormatan. (yog)








