Kota Malang, blok-a.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang jadi sorotan. Pasalnya, menu MBG yang dikirim ke SDN 2 Dinoyo pada Kamis (9/10/2025) ditemukan dalam kondisi berbau tak sedap alias basi.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, langsung memerintahkan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan meminta penegakan standar operasional prosedur (SOP) secara ketat.
“Ini jadi peringatan keras, seperti yang pernah saya sampaikan saat kunjungan ke SPPG Buring. Semua tim dan koordinator harus benar-benar jalankan SOP tanpa ada yang terlewat,” tegas Wahyu, Senin (13/10/2025).
Wahyu juga meminta agar guru dilibatkan aktif sebagai pengawas dan tester mutu makanan sebelum dibagikan ke siswa. Menurutnya, langkah ini penting sebagai pengawasan lapangan agar kasus serupa tidak terulang.
“Peran guru itu penting sekali. Mereka bisa jadi pengawas sekaligus pengecek mutu sebelum makanan diserahkan ke anak-anak,” ujarnya.
Hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang terkait menu yang berbau tersebut disebut akan keluar hari ini. Dari hasil itu, Pemkot akan menentukan langkah tegas terhadap pihak yang terbukti lalai.
“Kalau nanti hasil lab menunjukkan pelanggaran, akan kami beri teguran dan laporkan ke pusat. Sanksi tegas sudah menanti bagi SPPG yang tidak taat SOP,” tegas Wahyu.
Wahyu juga menyebut, Pemkot Malang sudah mengumpulkan seluruh kepala SPPG untuk memperkuat komitmen penerapan SOP dan memastikan kualitas makanan tetap terjaga. Ia menegaskan, sekolah diperbolehkan mengembalikan makanan yang dicurigai tidak layak.
“Kalau makanan berbau atau mencurigakan, jangan diterima. Silakan dikembalikan, nanti akan diatur mekanismenya. Jangan sampai tetap dibagikan,” katanya.
Terkait Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Wahyu mengakui belum semua SPPG di Kota Malang mengantongi sertifikat tersebut. Beberapa masih dalam proses pelatihan dan verifikasi kelayakan oleh Dinkes dan Dispangtan.
“Termasuk SPPG yang di Dinoyo ini, memang belum lolos SLHS dan masih tahap pelatihan. Jadi pengawasan harus makin ketat,” tandasnya.
Sebelumnya, pihak SDN 2 Dinoyo menemukan lauk ayam suwir dalam menu MBG yang dikirim pada Kamis (9/10) tercium bau tidak sedap. Setelah dicek, seluruh paket makanan untuk 492 siswa langsung dikembalikan ke pihak SPPG. Hari itu, siswa hanya menerima susu dari program MBG.








