Kota Malang, blok-a.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama PT PLN (Persero) UP3 Malang berkomitmen untuk mendukung program strategis nasional yang digagas oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan pembangunan empat Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU).
Manager PLN UP3 Malang Agung Wibowo mengatakan, penyediaan SPLU dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Wali Kota Malang terkait kebutuhan pengisian daya becak listrik yang mencapai 200. Empat SPLU tersebut berada di dua titik, yakni Jalan Sriwijaya dan Kantor PLN UP3 Malang.
“Kami bergerak cepat untuk mendukung becak listrik, sesuai arahan Pak Wali Kota bahwa lokasi yang bisa dipakai ada empat, dua di Jalan Sriwijaya dan dua di Kantor PLN UP3 Malang,” kata Agung, Jumat (20/2/2026).
Agung menerangkan, setiap SPLU telah disesuaikan dengan spesifikasi baterai becak listrik. Masing-masing unit dibekali adaptor charger berdaya 160 watt dengan kemampuan pengisian 0,96 kilo watt per jam (kWh).
Dalam kondisi baterai kosong total, pengisian hingga penuh membutuhkan waktu sekitar delapan jam. Namun, lanjut Agung, mayoritas becak listrik yang datang untuk mengisi daya tidak dalam kondisi nol persen.
“Tapi rata-rata becak listrik yang datang itu kondisinya setengah maupun seperempat, kisarannya dua sampai jam,” tambahnya.
Khusus di SPLU Kantor PLN UP3 Malang, pengemudi dikenakan tarif Rp2.500 untuk sekali pengisian dari nol hingga 100 persen. Jika baterai masih tersisa seperempat atau setengah saat pengisian, biaya yang dibayarkan akan lebih rendah menyesuaikan konsumsi daya.
“Harapan kami beberapa hari ke depan, bagi pengemudi becak yang mengecas di UP3 Malang bisa jadi digratiskan,” tandasnya.
Sementara itu, untuk SPLU di Jalan Sriwijaya, PLN UP3 Malang memberikan subsidi token listrik sebesar 1.000 kWh, dengan masing-masing mesin pengisian mendapatkan jatah 500 kWh. “Selain melayani becak listrik, SPLU tersebut juga dapat dimanfaatkan pengendara sepeda motor listrik,” pungkasnya.
Sementara, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyebut empat SPLU ini masih tahap awal. Pemkot Malang bersama PLN terus memetakan titik potensial lain untuk penambahan fasilitas pengisian daya.
“Titik lain seperti tempat wisata dan aset milik pemerintah kota, kami memberikan kesempatan kepada PLN untuk memasang SPLU maupun juga SPKLU,” ujarnta.
Menurut Wahyu, penyediaan SPLU menjadi bagian dari dukungan terhadap operasional becak listrik sekaligus langkah transisi energi menuju transportasi umum ramah lingkungan.
“Saya katakan ini adalah bentuk kerja sama yang baik,” pungkasnya. (yog/bob)








