Cuaca Ekstrem Picu Fenomena Tanah Gerak di Dampit, Satu Rumah Warga Terdampak Tanahnya Retak

Rumah warga di Kecamatan Dampit terdampak tanah retak akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut (BPBD)
Rumah warga di Kecamatan Dampit terdampak tanah retak akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut (BPBD)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang menyebabkan kejadian tanah gerak di Dusun Sukorejo, Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Rabu (8/4/2026) malam.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.26 WIB itu mengakibatkan satu rumah milik warga mengalami kerusakan. Tanah di bagian rumah dilaporkan retak, sementara sebagian atap rumah terbawa angin.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan kejadian dipicu oleh intensitas hujan sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Dampit dan sekitarnya.

“Terpantau hujan dengan intensitas sedang hingga deras disertai angin, mengakibatkan tanah retak dan sebagian atap rumah terbawa angin,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (9/4/2026).

Rumah yang terdampak diketahui milik Tumar, yang dihuni satu keluarga dengan empat jiwa. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sadono menerangkan, kondisi rumah dinilai rawan karena retakan tanah berada dekat dengan tebing di belakang bangunan, sehingga berpotensi terjadi longsor susulan.

“Saat ini pemilik rumah mengungsi ke rumah saudara terdekat karena dikhawatirkan terjadi longsor,” terang Sadono.

Kerugian akibat kejadian ini ditaksir mencapai sekitar Rp20 juta. Warga setempat juga telah bergotong royong memperbaiki bagian atap rumah yang rusak.

BPBD Kabupaten Malang bersama tim terkait telah turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan penanganan awal. Sejumlah kebutuhan mendesak yang diperlukan antara lain terpal dan bantuan sembako bagi korban terdampak.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di wilayah dengan kondisi geografis rawan longsor,” pungkasnya. (yog/bob)