TNI Bangun Jembatan Garuda 30 Meter di Kota Malang, Akses 42 KK Kini Lebih Mudah

TNI Bangun Jembatan Garuda 30 Meter di Kota Malang, Akses 42 KK Kini Lebih Mudah
Peresmian jembatan perintis garuda yang dibangun di Kelurahan Klojen Kecamatan Klojen (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Kodim 0833/Kota Malang membangun Jembatan Garuda sepanjang 30 meter di Kampung Putih yang menghubungkan RT 7 dan RT 5, Kelurahan Klojen, Kecamatan Klojen. Infrastruktur tersebut diharapkan mempermudah mobilitas warga, termasuk akses anak sekolah menuju wilayah Kota Malang.

Dandim 0833/Kota Malang Letkol Inf. Dedy Azis mengatakan pembangunan jembatan beton ini menjadi bagian dari upaya menyediakan akses penghubung bagi masyarakat. Sebelumnya, Kodim juga telah menyelesaikan pembangunan dua jembatan di kawasan Kotalama dan Pasukun yang menjadi penghubung wilayah Kabupaten Malang dan Kota Malang.

“Kalau yang ini sekitar 30 meter,” kata Dedy.

Pembangunan jembatan semula ditargetkan rampung dalam 35 hari. Namun, pengerjaan di lapangan membutuhkan waktu sekitar satu bulan 20 hari akibat kendala distribusi material serta proses pengecoran beton.

Saat ini, jembatan tersebut sudah dapat digunakan kendaraan roda dua, meski pengendara masih harus menuntun kendaraannya saat melintas. Ke depan, Kodim berencana menggunakan material besi baja pada bagian pijakan di sejumlah jembatan lain agar lebih mudah dilalui kendaraan bermotor.

Dedy menerangkan, keberadaan jembatan tersebut memberikan manfaat langsung bagi sekitar 42 kepala keluarga (KK). Sebanyak 30 KK berada di sisi barat, sedangkan 12 KK lainnya berada di sisi timur.

“Di sisi barat ada 30 KK dan sebelah timur ada 12 KK,” ujarnya.

Selain jembatan di Klojen, Kodim 0833/Kota Malang juga menyiapkan pembangunan tiga jembatan beton lainnya pada tahun ini. Dua jembatan berada di kawasan Kotalama dan satu lainnya direncanakan di wilayah Lowokwaru.

Dedy menyebut pembangunan jembatan tidak terbatas pada titik yang telah masuk perencanaan. Masyarakat yang membutuhkan pembangunan maupun perbaikan jembatan dapat mengajukan usulan kepada Kodim.

“Sebenarnya target kita sebanyak-banyaknya dari Bapak Kasad dengan Pak Presiden. Silakan cari, apabila mungkin ada masyarakat yang mau mengajukan, mau membangun jembatan di wilayahnya, silakan ke Kodim,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengajuan pembangunan atau perbaikan jembatan tersebut tidak membutuhkan proses yang rumit. Masyarakat cukup menyampaikan lokasi serta kebutuhan akses yang perlu dibangun maupun diperbaiki.

“Mau dibangun atau mau diperbaiki, iya,” pungkas Dedy.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dengan didampingi oleh Kepala Bakesbangpol, M Noer Rahman hingga Kapolsek Sukun, Kompol Riyan Wahyuningtyas. Wahyu turut meninjau dan melewati jembatan dengan didampingi oleh Dandim Dedy. (yog/bob)

Jurnalis yang bertugas di wilayah Malang Raya. Fokus peliputan pada isu sosial, politik, pemerintahan dan peristiwa terkini.
Redaktur pelaksana sekaligus Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, dan peristiwa terkini di Malang Raya.