Film Pendek “Kalut” Angkat Tema Kehidupan Introvert, Tayang di Bioskop MCC Hari Ini

Poster film pendek "Kalut" karya pemuda Kota Malang.
Poster film pendek "Kalut" karya pemuda Kota Malang.

Kota Malang, blok-a.com – Satu lagi bukti karya kreativitas pemuda Kota Malang akan ditelurkan di Malang Creative Center atau yang biasa dikenal sebagai MCC.

Sebuah film pendek berjudul “Kalut” akan ditayangkan perdana di Ruang Bioskop lantai 5 Gedung MCC.

“Kalut” adalah sebuah karya yang diangkat oleh sutradara muda Kota Malang Gerry Kurniawan Prasetyo dan tim dari Kona Studio. Film pendek ini mengangkat tema tentang introvert dan kecemasan sosial.

Gerry menjelaskan bahwa mereka tertarik mengangkat tema ini karena banyaknya kasus bullying yang menargetkan orang-orang introvert.

“Kami ingin menjadi suara bagi orang-orang tersebut melalui film pendek ini,” kata Gerry dalam wawancara dengan blok-A.com.

Latar film ini pun berada di kampus para penggarapnya yaitu Universitas Negeri Malang. Sehingga memberikan nuansa yang sangat akrab dan nyata bagi para pembuatnya.

Film “Kalut” juga mengangkat isu kesehatan mental, dengan genre psychological drama.

Gerry menjelaskan bahwa mereka ingin memberikan awareness mengenai kesehatan mental dan bagaimana orang introvert menjalani kehidupan sosialnya.

“Di film ini, kami mencoba memberikan gambaran bagaimana orang introvert melihat orang lain dan menyikapi suatu masalah,” ujar Gerry.

Penayangan ini akan berlangsung pada Sabtu, 25 Mei 2024 dari pukul 13.00 hingga 17.00 dan terbuka untuk masyarakat umum secara gratis.

Gerry mereka ingin menjangkau audiens berusia 17 tahun ke atas. Karena target utama film ini adalah remaja dan orang dewasa muda yang mungkin menghadapi isu serupa.

Setelah penayangan perdana di MCC, tim “Kalut” berencana untuk menyertakannya di berbagai festival film, baik lokal maupun nasional. 

Penayangan perdana “Kalut” ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai isu bullying dan kesehatan mental.

Dengan karya ini, Gerry dan tim berharap dapat menjadi suara bagi mereka yang selama ini merasa tidak terdengar.

“Kami juga tidak menutup kesempatan untuk menerima undangan penayangan film di tempat -tampat lainnya. karena misi kami adalah memberikan awareness kepada sebanyak mungkin remaja di luar sana,” terangnya.(art/lio)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?