Kota Malang, blok-a.com — Film “Sampai Titik Terakhirmu” merupakan drama yang diangkat dari kisah nyata tentang perjalanan cinta Albi dan Shela—sepasang kekasih menghadapi kanker ovarium yang diderita Shela.
Film ini menyorot ketegaran, perpisahan, hingga bagaimana cinta bisa bertahan bahkan di titik terberat. Kisah yang emosional ini dikemas dengan pendekatan realistis, menampilkan dinamika keluarga, pergolakan batin, dan peran support system yang sangat kuat di sekitar tokoh utama.
Pada pemutaran film yang digelar di CGV Cinemas Malang City Point, para pemeran film hadir langsung memberikan kejutan kepada para penonton setelah sesi nonton bareng.
Kehadiran mereka membuat suasana semakin hangat, terutama saat sesi doorstop media yang berlangsung singkat namun penuh cerita mendalam dari balik layar proses produksi.
Salah satu yang dibahas adalah bagaimana para pemain membangun chemistry untuk memerankan kisah nyata ini. Unique Priscilla, yang berperan sebagai Ibu Shella, menjelaskan bahwa keterlibatan langsung Albi sebagai pemilik kisah memberi pengaruh besar.
“Kebetulan dari awal develop skenario mereka selalu konsultasi sama Albi. Jadi ketika kami para pemain dikumpulkan, energinya sudah sama. Jadi tidak terlalu sulit membangun chemistry. Apalagi Albi banyak menolong Arbani juga,” ungkap Unique Priscilla.
Albi Dwizky, sang pemilik kisah nyata, mengonfirmasi bahwa dirinya ikut hadir sepanjang proses syuting.
“Dari mulai awal syuting sampai akhir, aku ada,” tegasnya.
Ketika ditanya alasan mengapa kisah pribadinya ingin diangkat menjadi film, Albi menjawab dengan senyum.
“Karena aku nggak mau kisah ini cuma buat aku dan Sela. Aku mau orang bisa menikmati kisah aku, dan film ini bisa menjadi inspirasi banyak orang.” Tambah Albi
Unique Priscilla juga menjelaskan tantangan terbesarnya sebagai pemeran ibu Shella. Ia harus memerankan sosok ibu yang menjadi support system, tetap kuat meski menghadapi kenyataan pahit.
“Ibunya harus tampil tegar di depan anaknya. Gak boleh terlihat lemah. Walaupun secara batin dia capek, dia tetap harus tersenyum,” jelas Unique.
Tantangan emosional itu semakin terasa ketika ia harus menahan tangis di beberapa adegan scene.
“Sulitnya di adegan sedih. Pengen meneteskan air mata, tapi gak boleh. Karena harus terlihat kuat.” Tambah Unique
Saat ditanya seberapa besar kesesuaian film dengan kisah nyata, Albi menyebut angka yang cukup tinggi.
“Sepertinya 70 persen. Dari awal aku ketemu Shela, sampai menikah, sampai akhirnya Shela meninggal.” Ungkap Albi
Pemeran Ibu Nurul, TJ Ruth, mengatakan bahwa Albi benar-benar merasa terwakili dengan film ini.
“Alhamdulillah, sampai tadi, Albi ngeliat cuplikan adegan aja masih nangis. Jadi memang masih teringat,” ujarnya TJ Ruth
Pemutaran film di Malang yang disertai kehadiran langsung para pemeran berhasil menciptakan pengalaman emosional bagi penonton. Banyak yang terlihat terdiam, tersenyum haru, hingga meneteskan air mata saat mengingat kembali adegan yang baru disaksikan.(zul/bob)








