Sambangi Malang, Sutradara ‘Piye To Kih?’ Ceritakan Awal Kolaborasi dengan Woko Channel

caption:%20Pemeran%20Mukidi%20di%20Piye%20To%20Kih?,%20Heri%20Chandra%20saat%20jumpa%20fans%20di%20Malang,%20Rabu%20(4/11/2026)%20(blok-a.com/Bob%20Bimantara%20Leander)
Caption: Pemeran Mukidi di Piye To Kih?, Heri Chandra saat jumpa fans di Malang, Rabu (4/11/2026) (blok-a.com/Bob Bimantara Leander)

Kota Malang, blok-a.com – Kolaborasi dengan kreator konten lokal menjadi salah satu pendekatan sutradara Ito Mavin dalam menggarap film layar lebar Piye To Kih?. Ia menggandeng sejumlah personel Woko Channel untuk terlibat dalam produksi film yang diproyeksikan menjangkau penonton lebih luas.

Film produksi MIRACLE Pictures tersebut menggabungkan pemain yang dikenal melalui kanal YouTube Woko Channel dengan aktor yang telah memiliki pengalaman di industri perfilman nasional.

Sutradara Piye To Kih?, Ito Mavin mengatakan, keterlibatan Woko Channel bukan sekadar untuk menghadirkan nama-nama yang sudah dikenal penggemarnya. Kolaborasi itu juga menjadi upaya membawa para kreator asal Kediri tersebut melangkah ke medium yang lebih besar.

Ia menyebut, sejak awal ingin memberikan persembahan khusus kepada audiens Woko Channel yang telah mengikuti perjalanan mereka sejak awal.

“Jadi dari awal memang saya mengajak Woko Channel berkolaborasi ini katakanlah untuk memberikan persembahan istimewa untuk audiens-audiens yang sudah loyal, yang sudah menemani mereka dari nol,” ujar Ito saat kegiatan roadshow special screening Piye To Kih? di Bioskop Dieng 21 Cybermall Kota Malang, Rabu (4/11/2026) sore.

Menurutnya, Kediri dipilih sebagai titik awal perjalanan para personel Woko Channel menuju industri perfilman nasional karena kota tersebut merupakan tempat asal mereka.

Namun, film ini tidak hanya ditujukan kepada penggemar Woko Channel. Ito berupaya menggabungkan kekuatan pemain lokal dengan aktor yang sudah lebih dahulu dikenal di industri perfilman.

Dalam film tersebut, terdapat lima personel Woko Channel yang terlibat, yakni Heri Chandra atau Mukidi, Penyok, Gendut, Pak No, dan Mintul. Mereka beradu peran dengan sejumlah pemain nasional, di antaranya Dara Sarasvati, Lorenzo, dan Gabriella Desta.

“Ini untuk membuat eskalasi yang lebih besar supaya film ini bisa dinikmati oleh kalangan yang lebih luas,” jelasnya.

Dari sisi cerita, Ito mengaku lebih dahulu merumuskan pesan yang ingin disampaikan kepada penonton sebelum menentukan bentuk cerita. Ia ingin mengangkat pesan tentang pentingnya memantaskan diri melalui premis yang unik dan mudah diterima.

Film ini mengusung kisah cinta beda alam yang dibalut drama komedi. Ceritanya berpusat pada Mukidi, diperankan Heri Chandra, seorang lelaki yang berjuang membuktikan dirinya pantas untuk menikah. Dalam perjalanannya, ia justru bertemu Sukma (Dara Sarasvati), perempuan misterius dari alam berbeda.

Sementara itu, Heri Chandra mengaku sempat merasa takut ketika pertama kali mendapat tawaran bermain film layar lebar. Pasalnya, selama ini ia lebih terbiasa tampil dalam produksi konten YouTube bersama Woko Channel.

Tawaran tersebut pertama kali datang dari Woko, sebelum akhirnya ia mendapat naskah film dari Ito Mavin. Heri bahkan diberi waktu sekitar satu bulan untuk mempertimbangkan tawaran tersebut.

Namun, setelah membaca naskah, ia mulai tertarik dengan gagasan cerita yang ditawarkan.

“Pertama kali ditawari wedi (takut), wong gak tau, durung tau main film. Tapi waktu saya baca script, tertarik. Yang jelas dari ide ceritanya sangat mendidik,” ungkap Heri.

Pengalaman baru juga dirasakan Heri ketika harus beradaptasi dengan skala produksi film layar lebar. Ia mengaku cukup terkejut melihat jumlah kru yang terlibat, jauh berbeda dengan produksi konten YouTube.

“Kalau YouTuber kan kru-ne paling mek limo pitu (paling hanya lima sampai tujuh orang). Tapi di film hampir 100, 100 lebih,” katanya.

Untuk mengatasi kecanggungan tersebut, Heri memilih membangun komunikasi dengan orang-orang di lokasi produksi. Ia berusaha lebih banyak mengobrol agar terbiasa dengan lingkungan kerja yang baru.

Di sisi lain, Dara Sarasvati yang memerankan Sukma mengaku tantangan terbesarnya terletak pada perbedaan karakter. Meski sebelumnya pernah memerankan sosok perempuan tegas dan lembut dalam Sayap-Sayap Patah 2, kali ini ia harus memainkan karakter yang bukan manusia.

Menurutnya, perbedaan tersebut terutama terlihat dari gestur dan cara berdialog yang harus dibangun agar karakter hantu dapat tersampaikan kepada penonton.

Ia menjalani latihan sekitar tiga minggu dengan pendampingan acting coach serta memperbanyak referensi untuk mendalami karakter Sukma.

Kota Malang sendiri menjadi kota ke-14 dari total 17 kota dalam rangkaian roadshow Piye To Kih?. Setelah Malang, film tersebut dijadwalkan menggelar home premiere di Kediri pada 6 November 2026, sebelum melanjutkan gala premiere di Jakarta pada 12 November 2026. (bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Redaktur pelaksana sekaligus Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, dan peristiwa terkini di Malang Raya.