Blok-a.com – Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Bahaudin Nursalim (Gus Baha) mengingatkan kita semua untuk tidak terlalu bangga dengan pangkat, jabatan, dan kekayaan materi di dunia ini.
Gus Baha menyampaikan pesan tersebut melalui sebuah kisah yang menggugah pikiran tentang nilai sejati dari harta dan kedudukan yang diunggah dalam sebuah video di Channel YouTube Al Ghifari,
Dalam kisah yang disampaikan, ada dua sahabat yang sudah lama tidak bertemu. Salah satunya telah menjadi seorang raja yang sangat kaya, sementara yang lainnya adalah seorang yang hidup sederhana namun termasuk dalam kategori wali.
Ketika mereka bertemu, Gus Baha menjelaskan, sang raja terkejut dengan perlakuan biasa yang diberikan oleh sahabatnya yang menjadi wali.
“Kenapa kamu meremehkan saya? Padahal saya adalah seorang raja,” tanya sang raja kepada
sahabatnya.
Namun, sang wali dengan bijaksana menanyakan pada raja, “Kalau kamu berada di padang pasir dan harus memilih antara minum satu gelas air dengan meninggalkan semua kerajaanmu, apa yang akan kamu pilih?”
Raja tersebut. kata Gus Baha, terdiam sejenak. Lalu dia menjawab bahwa ia akan memilih untuk minum. Raja menyadari bahwa semua harta dan kedudukannya di dunia tidak ada artinya.
Sang raja tertegun, ternyata kebutuhan dasar seperti air minum jauh lebih penting daripada
kedudukan dan kekayaannya sebagai seorang raja.
“Bagaimana Anda bangga dengan satu kerajaan yang sama (nilainya) dengan segelas air?,” tanya wali.
Dari kisah tersebut, Gus Baha menekankan bahwa pangkat dan kekayaan bukanlah hal yang
seharusnya dibanggakan. Kekayaan dan kedudukan di dunia ini tidaklah kekal, dan hakikat kemuliaan sejati lebih dekat dengan hubungan kita dengan Allah SWT.
Pelajaran yang disampaikan dalam kisah ini adalah bahwa nilai sejati dalam hidup tidak terletak pada materi atau kedudukan sosial, melainkan pada hubungan batin dengan Tuhan dan sikap rendah hati di hadapan-Nya.
Gus Baha mengajak kita semua untuk merenungkan makna yang lebih dalam dari kisah tersebut, agar kita dapat lebih bijaksana dalam menjalani hidup ini. (art/bob)








