Kota Malang, blok-a.com – Dengan meningkatnya jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Malang, Pemkot mencanangkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).
“Saya sudah meminta kepada Kepala Dinas Kesehatan, Camat, Pak Lurah agar secara rutin melakukan kerja bakti PSN,” terang Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat dalam kunjungan kerja bakti pemberantasan sarang nyamuk di Kelurahan Sukun beberapa waktu lalu.
Dalam pemberantasan penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus ini, sebenarnya ada beberapa metode yang harus dilakukan dengan berkesinambungan.
Dua metode yang paling banyak dikenal masyarakat adalah fogging atau penyemprotan dan PSN.
Selama ini masyarakat lebih akrab dengan metode lainnya yaitu fogging. Namun, sebenarnya PSN adalah metode yang lebih efektif dalam mencegah penularan DBD.
Hal ini diterangkan oleh dr Irene Ratridewi, Konsultan Penyakit Tropis dan Infeksi Anak Rumah Sakit Saiful Anwar.
“Pencegahan itu tidak hanya fogging. Fogging itu bukan ujung tombak pemberantasan nyamuk, hanya pemberantasan nyamuk dewasa,” terangnya.
Dr Irene mengatakan bahwa pemberantasan nyamuk dewasa hanya penanganan jangka pendek. Sementara nyamuk dewasa sekali bertelur dapat menghasilkan ribuan butir.
Tanpa memberantas keturunannya, pemberantasan nyamuk dewasa akan dirasa percuma.
“Nyamuk aedes itu sekali bertelur bisa ribuan butir. Itu, saat satu saja nyamuknya yang bertelur terinfeksi virus dengue, maka semua telurnya akan memiliki virus dengue dan mereka akan jadi dewasa. Jadi ini percuma, kalau kita hanya memberantas nyamuk dewasa saja,” terangnya.
Dr. Irene mengatakan bahwa PSN dengan metode 3M Plus adalah cara yang paling efektif. 3M adalah gerakan menguras genangan air, menutup tempat-tempat genangan air, dan membuang barang yang tidak digunakan agar tidak menjadi tempat bertelur nyamuk.
“Lalu yang Plus itu adalah termasuk memasang kasa, menggunakan lotion anti nyamuk yang dilakukan pemberian ulang setelah 4-8 jam selama kita berada di lingkungan luar, ada juga fasilitas vaksinasi yang bisa didapatkan di rumahh sakit,” terangnya. (art/lio)








