Kota Malang, blok-a.com – Dugaan pencurian iPhone terjadi di lapak penjual handphone SDC Gadget di Gajah Mada Plaza, Kota Malang.
Rekaman kamera CCTV yang terpasang di sekitar lapak memperlihatkan terduga pelaku masuk ke area yang tertutup kain. Dia kemudian masuk ke balik kain tersebut dan diduga mengambil sejumlah iPhone.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 07.00 WIB. Hal itu diungkapkan pegawai SDC Gadget, Anisa Putri.
Anisa menjelaskan, sehari sebelum kejadian, Selasa (13/10/2026), terduga pelaku juga sempat mencoba membobol lapak. Namun, upaya tersebut diduga gagal karena pelaku datang sekitar pukul 08.00 WIB, saat kondisi kawasan sudah ramai.
Percobaan pertama itu diketahui oleh keponakan pemilik lapak. Meski demikian, pihak lapak belum menaruh kecurigaan karena sebelumnya tidak pernah mengalami kejadian serupa.
“Pertama kali dia nyoba membobol itu gagal, karena datangnya itu dia kesiangan sekitar pukul 08.00-an,” jelasnya, Kamis (15/10/2026) saat ditemui di lapaknya.
Sehari kemudian, terduga pelaku kembali datang pada pagi hari. Kali ini, Anisa baru mengetahui adanya dugaan pencurian saat hendak membuka lapak untuk bersih-bersih.
Saat akan membuka etalase, dia mendapati bagian kuncinya telah rusak sehingga sulit dibuka. Setelah memeriksa bagian dalam lapak, Anisa melihat kondisi konter berantakan dan lima unit iPhone yang disimpan di sana sudah hilang.
“Sudah rusak ternyata. Terus aku buka, kok konternya itu berantakan. Dalamnya sini sudah berantakan. Pas aku buka, HP-nya hilang semua,” kata Anisa.
Lima unit iPhone yang hilang terdiri dari iPhone 17 Basic warna putih, iPhone 16, iPhone 15 Basic, iPhone 13 Pro Max, dan iPhone 12 Pro.
”Yang diambil tipe yang mahal semua,” tuturnya.
Akibat kejadian tersebut, SDC Gadget ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp60 juta hingga Rp70 juta.
Anisa menduga pelaku memanfaatkan waktu pagi untuk beraksi. Sebab, pada malam hari kawasan Gajah Mada Plaza dijaga oleh petugas keamanan.
“Yang tanggal 14 itu dia pagi-pagi sekali ke sini, barengan sama SPG Ratu,” jelasnya.
Anisa menambahkan, pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Malang Kota. Dia juga menunjukkan surat laporan kepolisian saat ditemui.
Pasca-kejadian, pihak lapak mulai meningkatkan pengamanan dengan menyiapkan brankas untuk menyimpan barang dagangan.
“Iya, sekarang sudah itu, nyiapin brankas,” pungkasnya. (bob)








