15 Ribu Orang Diprediksi Salat Idul Adha di Masjid Jami Kota Malang, Ini Persiapan Takmir

15 Ribu Orang Diprediksi Salat Idul Adha di Masjid Jami Kota Malang, Ini Persiapan Takmir
Masjid Jami Kota Malang (blok-a/Satria Akbar Sigit)

Kota Malang, blok-a.com – Masjid Jami Kota Malang telah mempersiapkan diri dengan serius untuk menyambut ribuan jamaah yang akan melaksanakan salat Idul Adha 1445 H. 

Menurut Mahmudi, Ketua Panitia Persiapan Hari Besar Islam Masjid Jami Kota Malang, diperkirakan jumlah jamaah yang hadir mencapai 15 ribu orang.

Area masjid sendiri yang terdiri dari lantai 1, 2, dan 3 mampu menampung sekitar 5.000 jamaah, karenanya, berhubungan dengan kuota jamaah, diprediksi akan banyak jamaah yang melaksanakan salat di Alun-Alun Kota Malang. 

Menurut pengalaman takmir Masjid Jami Kota Malang, salat Idul Adha cenderung dihadiri lebih sedikit jamaah dibandingkan Idul Fitri, di mana pada hari besar setelah Ramadhan tersebut jumlah jamaah di Masjid Jami bisa mencapai lebih dari 25 ribu orang.

“Kalau Idul Fitri itu kan luar biasa sampai luber-luber ke Sarinah, Malang Plaza, sampai alun-alun itu penuh. Kalau Idul Adha tidak seramai itu, tapi masiih bisa dipasktikan alun-alun nanti penuh,” terangnya.

Untuk jumlah jamaah, panitia sendiri telah menyediakan berbagai persiapan. Salah satunya adalah penggunaan sound system wireless yang tersebar di 12 titik strategis di sekitar Alun-Alun, Malang Plaza, dan Sarinah.

“Nanti malam kita siapkan itu penataan sound system mulai dipasang. Untuk di dalam Masjid nanti malam sudah steril, lalu untuk yang di luar itu kita siapkan,” jelasnya.

Mahmudi menjelaskan bahwa penggunaan sound system ini sangat diperlukan agar jamaah yang berada di luar area masjid tetap dapat mendengar khutbah Idul Adha dan suara imam saat shalat.

Yang menarik, sound system itu dipastikan tidak akan menggunakan kabel tapi dihubungkan lewat radio yang siarannya dilakukan sendiri oleh Masjid Jami Kota Malang.

Sistem sound system wireless ini akan terhubung dengan frekuensi siaran radio dari masjid. Ini dilakukan agar tidak ada kabel yang mengganggu.

“Kami memiliki radio dan pemancar radio yang akan mengirimkan suara imam dan khotib kepada jamaah di sekitar Alun-Alun. Ini solusi untuk memastikan semua jamaah dapat mengikuti suara Imam dan khutbah Idul Adha dengan jelas,” terang Mahmudi. (art/bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?