Kota Malang, blok-a.com – Setelah banyaknya informasi tentang keluhan pedagang hewan kurban yang mencatatkan penurunan kuantitas pembeli, ternyata jumlah hewan kurban yang akan dipotong di Masjid Jami Kota Malang juga tercatat menurun.
“Sementara masih kita terima tujuh lembu atau sapi, dan kambingnya tiga ekor. Tidak seperti tahun lalu ya, agak menurun untuk tahun ini,” terang Mahmudi, ketua Panitia Perayaan Hari Besar Islam (PHBI) Masjid Jami Kota Malang pada Minggu (16/6/2024).
Mahmudi mempredikisi banyaknya masyarakat yang melaksanakan dan merayakan hari raya idul adha dengan berkurban di masjid-masjid atau tempat berkurban terdekat adalah penyebabnya.
“Sepertinya di daerah-daerah itu banyak yang lebih berminat untuk berkurban di dekat rumah mereka,” sebutnya.
Namun angka tersebut belum final, karena menurut pengalaman, sore hari atau pagi sebelum sholat idul adha masih ada beebrapa jamaah yang menyetorkan hewan kurbannya ke masjid terbesar di Kota Malang itu.
“Biasanya sore-sore atau waktu takbir sampai sebelum sholat itu masih ada yang datang, jadi ini belum final,” terangnya.
Untuk pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dan distribusi daging sendiri, Masjid Jami Kota Malang sudah siap mengerahkan sejumlah panitia yang telah memiliki pengalaman bertahun-tahun menangani hari besar ini dari takmir masjid sendiri.
Untuk pelaksanaan penyembelihan dan distribusi daggingnya, Mahmudi mengatakan cukup waktu satu hari saja.
“Panitianya dari takmir masjid, juga mungkin ada beberapa warga sekitar. Nanti kita bagikan ke Jamaah masjid, masyarakat sekitar masjid, kemudian pemohon baik dari masjid, pondok, atau diniyah,” terangnya.
Untuk sistem pembagiannya, Masjid Jami akan menerapkan dua metode. Yang pertama adalah distribusi langsung oleh petugas kepada nama-nama yang telah ada dalam data, dan sistem ambil daging dengan menggunakan kupon kepada jamaah.
“Kalau dari kita, sudah ada sasaran penerimanya by name by data. Yang pemohon itu biasanya mengajukan. Kita tidak memakai sistem bagi-bagi ke antrian begitu karena rawan desak-desakan dan macam-maccam. Makanya kita pakai sistem kupon, nanti diberitahu oleh petugas datangnya jam berapa untuk mengambil daging,” terang Mahmudi.








