DPRD Kota Malang Dorong Kemandirian Pengelolaan Gedung MCC, Realistiskah?

Gedung Malang Creative Center (MCC).
Gedung Malang Creative Center (MCC).

Kota Malang, blok-a.com – DPRD Kota Malang terus mengusulkan agar pengelolaan Gedung Malang Creative Center (MCC) tidak sepenuhnya bergantung pada APBD Kota Malang.

Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika, menyarankan bahwa dari delapan lantai gedung MCC, cukup dua lantai yang digunakan secara gratis untuk pegiat ekonomi kreatif.

Sementara, sisanya dapat dimanfaatkan untuk area komersial agar bisa mencapai kemandirian dalam pengelolaan.

“Supaya mandiri saja, 70:30 lah. Kami harap bukan untuk PAD, tapi untuk kreativitas anak muda. Paling tidak, agar bisa mandiri,” kata Made saat diwawancara awak media terkait hal ini.

Saat ini, operasional MCC diketahui memang masih tergantung sepenuhnya pada alokasi dana APBD Kota Malang.

DPRD berharap MCC dapat beroperasi tanpa ketergantungan pada APBD dengan melibatkan komunitas dan masyarakat dalam pengelolaannya.

“Kami melihat MCC itu masih tergantung pada APBD. Kalau tak ada APBD, tak jalan. Kami harapkan MCC tak bergantung pada APBD, tapi melibatkan peran serta masyarakat,” ujar Made.

DPRD melalui tim Badan Anggaran (Banggar) telah merekomendasikan kepada Pemkot Malang agar pengelolaan MCC ke depan bisa melibatkan dana CSR perusahaan maupun skema lain.

Made berharap, secara bertahap, MCC bisa lepas dari ketergantungan APBD. Tujuannya adalah agar MCC bisa dioptimalkan untuk keperluan komersial, mengingat setiap tahun biaya operasional MCC mencapai Rp6 miliar yang bersumber dari APBD.

Namun pertanyaannya, realistiskah target tersebut? Mengingat MCC saat ini masih digunakan oleh banyak pihak sebagai venue penyelenggaraan sejumlah event yang bebas biaya.

Berdasarkan jadwal kegiatan MCC per Sabtu, 6 Juli 2024, nampaknya penerapan komersialisasi MCC masih mungkin dilakukan.

Sejumlah event menetapkan harga tiket masuk atau kontribusi finansial lainnya.

Contohnya, event Noraeya oleh Noraegang yang mematok HTM sebesar Rp45 ribu untuk presale pertama dan kemungkinan lebih tinggi untuk presale kedua.

Selain itu, terdapat event Seminar Parenting Sanggar Genius X Komunitas AHA Kids yang membuka kanal donasi, serta UJIKOM BNSP LEVEL 4 yang menarik biaya investasi sebesar Rp1,5 juta per peserta. Workshop FnB: Pengguna Software Accurate juga menarik biaya investasi sebesar Rp400 ribu.

Dari sejumlah event tersebut, dapat dilihat bahwa MCC tidak hanya menyediakan ruang untuk event-event gratis dalam bidang sosial budaya dan edukatif, tetapi juga event-event komersial.(art/lio)